spot_img

RUPSLB Quantum Clovera (KREN) Tunda Rencana Buyback Saham, Ada Apa?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Quantum Clovera Investama Tbk (KREN) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), pada Rabu (24/6/2026).

Hasil rapat menunjukkan para pemegang saham menerima laporan pertanggungjawaban perusahaan. Namun, ada agenda lain yang belum bisa diputuskan.

Dalam RUPST, pemegang saham yang hadir mewakili 11.252.731.750 saham. Angka ini setara dengan 61,81% dari seluruh saham perusahaan. Peserta rapat sepakat menyetujui Laporan Tahunan Terintegrasi tahun buku 2025.

Rapat juga mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Mirawati Sensi Idris. Dengan persetujuan ini, para pimpinan perusahaan mendapatkan pembebasan tanggung jawab atas tugas mereka selama setahun penuh.

Selain laporan keuangan, pemegang saham memberikan mandat kepada Dewan Komisaris. Mandat tersebut adalah menunjuk Akuntan Publik untuk mengaudit keuangan tahun 2026. Rapat juga menyetujui pemberian honorarium bagi anggota dewan yang nilainya sama dengan tahun lalu.

Sayangnya, kabar berbeda datang dari RUPSLB. Agenda ini tidak membuahkan hasil karena jumlah peserta yang hadir tidak memenuhi syarat minimum atau kuorum. Kehadiran pemegang saham pada sesi ini tercatat sebesar 61,85%.

Ada dua agenda penting pada RUPSLB yang terpaksa ditunda. Pertama adalah rencana pembelian kembali saham perusahaan atau buyback. Kedua adalah rencana perubahan anggaran dasar perusahaan.

“Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tidak dapat dilanjutkan untuk pembahasan dan pengambilan keputusan,” jelas manajemen KREN.

Sebagai informasi, posisi Direktur Utama KREN saat ini dijabat oleh Budi Santoso Asmadi. Budi didampingi oleh Indera Hidayat yang menjabat sebagai Direktur. Masa jabatan keduanya berlaku hingga 22 Juni 2028.

Pada jajaran pengawas, Surya Susilo menjabat sebagai Komisaris Utama. Surya bekerja bersama Dewi Kartini Laya sebagai Komisaris. Surya juga merangkap jabatan sebagai Komisaris Independen di perusahaan tersebut.

Laporan hasil rapat ini disampaikan secara tertulis oleh Indera, Corporate Secretary perusahaan. Seluruh data ini merupakan informasi terkini mengenai kondisi tata kelola di tubuh KREN

- Advertisement -

Artikel Terkait

BIPI Lepas 99,90% Saham Sintesa Bara Gemilang Rp1,79 Triliun, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)...

Saham Berfluktuasi Tajam, Manajemen PTPW Buka-bukaan Soal Kondisi Perusahaan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pratama Widya Tbk (PTPW) memberikan...

Siap Ekspansi, Pakuan (UANG) Bidik Pendapatan Rp378 Miliar pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pakuan Tbk (UANG) menargetkan pertumbuhan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru