STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (11/7/2026) WIB. Penurunan ini membawa logam mulia menuju pelemahan mingguan. Konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi.
Mengutip CNBC, harga emas spot turun hampir 1% ke posisi 4.071,09 USD per ons troi. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman Agustus merosot 0,7% menjadi 4.113,10 USD per ons troi.
Investor khawatir kenaikan harga energi akan membuat bank sentral AS atau The Fed tetap agresif. Kenaikan harga minyak akibat konflik AS-Iran memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas karena logam ini tidak memberikan imbal hasil.
Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, memberikan penjelasannya. Ia menyebut situasi geopolitik menjadi faktor penentu pergerakan harga saat ini.
“Faktor utama di sini adalah dimulainya kembali ketegangan antara AS dan Iran, dengan investor secara umum tidak ingin memegang emas dan perak pada saat ini, itulah sebabnya kita melihat pergerakan menuju 4.100 USD,” ujar Bart Melek.
Ketegangan terbaru antara AS dan Iran berpotensi mengubah ramalan pasar minyak tahun depan. Badan Energi Internasional (IEA) menyebut konflik ini bisa mengganggu proyeksi surplus pasar minyak. Harga minyak pun bersiap mencatat kenaikan mingguan akibat gangguan pasokan.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengantisipasi langkah The Fed dalam memerangi inflasi. Melek menilai pasar sangat mewaspadai dampak kenaikan harga energi.
“Setiap indikasi menunjukkan pasar mengkhawatirkan inflasi, terutama sejak minyak pulih dalam beberapa hari terakhir. Ini akan membuat bank sentral tetap waspada, terutama Federal Reserve,” tambah Melek.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pedagang kini melihat peluang sebesar 62% untuk kenaikan suku bunga pada September. Risalah rapat The Fed bulan Juni juga menunjukkan adanya perbedaan pendapat di internal bank sentral. Para pejabat mulai khawatir dengan tingkat inflasi yang masih tinggi.
Investor sekarang menunggu data inflasi minggu depan. Testimoni Ketua Fed Kevin Warsh juga menjadi perhatian utama untuk melihat arah kebijakan moneter selanjutnya.
Di sisi lain, permintaan emas fisik menunjukkan kondisi berbeda di Asia. Di India, emas diperdagangkan dengan diskon besar minggu ini. Sementara itu, permintaan di China tetap stabil. Bank sentral China melaporkan peningkatan cadangan emas bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun pada Juni lalu.
Pergerakan variatif juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,4% menjadi 59,7338 USD per ons troi. Namun, harga platinum justru naik 0,4% ke level 1.617,45 USD per ons troi. Harga paladium juga menguat 2,2% ke posisi 1.274,94 USD per ons troi.

