spot_img

RMK Energy (RMKE) Serap 94% Dana Obligasi Tahap II, Sisa Rp33 Miliar Parkir di Maybank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT RMK Energy Tbk (RMKE) telah merealisasikan penggunaan dana hasil Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp562,15 miliar atau sekitar 94,42% dari total dana bersih yang diperoleh perseroan.  Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan penggunaan dana kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026.

Berdasarkan laporan tersebut, RMKE memperoleh dana hasil penawaran umum sebesar Rp600 miliar. Setelah dikurangi biaya emisi Rp4,62 miliar, dana bersih yang diperoleh mencapai Rp595,38 miliar. Hingga akhir Juni 2026, dana yang telah direalisasikan mencapai Rp562,15 miliar, sehingga masih terdapat sisa dana sebesar Rp33,23 miliar.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana obligasi tersebut per 30 Juni 2026 kepada regulator pada 15 Juli 2026.

Penggunaan dana terbesar dialokasikan untuk pemberian pinjaman kepada anak usaha PT Royaltama Multi Komoditi Nusantara (RMKN) guna pengadaan batubara dan jasa terkait pengadaan batubara dari pemasok senilai Rp188,56 miliar atau setara 31,67% dari dana bersih hasil penawaran umum.

Selain itu, perseroan juga menyalurkan pinjaman kepada PT Royaltama Multi Kencana (RMUK) untuk kebutuhan modal kerja sebesar Rp158,79 miliar atau 26,67% dari dana bersih. Dana tersebut digunakan untuk mendukung kegiatan usaha umum perseroan.

RMKE juga mengalokasikan dana sebesar Rp198,44 miliar atau 33,33% kepada RMUK untuk belanja modal. Dana ini digunakan untuk mendukung pengembangan infrastruktur logistik dan operasional pengangkutan batubara.

Sementara itu, dana untuk modal kerja perseroan dialokasikan sebesar Rp49,60 miliar. Namun hingga 30 Juni 2026, realisasi penggunaannya baru mencapai Rp16,36 miliar atau sekitar 33% dari rencana alokasi.

Adapun sisa dana hasil obligasi sebesar Rp33,23 miliar ditempatkan di PT Bank Maybank Indonesia Tbk dengan tingkat bunga 6% dan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

Dalam laporan tersebut, RMKE juga merinci biaya emisi obligasi yang mencapai Rp4,62 miliar. Biaya terbesar berasal dari jasa penjaminan emisi (underwriting fee) sebesar Rp2,07 miliar atau 45% dari total biaya emisi.  Selanjutnya biaya jasa penyelenggaraan dan jasa penjualan masing-masing sebesar Rp690 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp450 juta, biaya lembaga penunjang pasar modal Rp525 juta, serta biaya lain-lain sebesar Rp194,7 juta.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bina Buana Raya (BBRM) Raup Laba USD1,23 Juta di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya...

Tiga SBN Rp111,5 Triliun Jatuh Tempo, BEI Resmi Hapus Pencatatan Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru