spot_img

HGII Tunda Realisasi Penggunaan Dana IPO hingga 2027, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menyesuaikan target waktu penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) seiring belum selesainya proses Pengadaan Pembelian Tenaga Listrik (PPTL) oleh PT PLN (Persero).  Keputusan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor 006/SKD/HGII/VII/2026 tertanggal 13 Juli 2026.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI), HGII menjelaskan penyesuaian target waktu tersebut tidak mengubah tujuan penggunaan dana maupun besaran alokasi dana sebagaimana tercantum dalam prospektus perseroan. Keterbukaan informasi ini disampaikan oleh Direktur PT Hero Global Investment Tbk, Hugo Feber Parluhutan Silalahi, pada Rabu, 15 Juli 2026.

Perseroan sebelumnya menargetkan proses PPTL untuk proyek SS dan LO berlangsung pada Semester I dan Semester II 2025.  Jadwal tersebut menjadi dasar penyaluran dana IPO serta pembukaan rekening Project Development Cost Account (PDCA).  Namun hingga saat ini, realisasi tersebut belum dapat dilaksanakan sesuai rencana.

HGII mengungkapkan, sampai keterbukaan informasi ini disampaikan, PLN belum mengundang atau menyelenggarakan proses PPTL untuk anak usaha perseroan, PT Siantar Sitanduk Energi (SSE), yang mengembangkan proyek SS. Sementara itu, PT Multiprima Hidro Energi (MHE) yang mengembangkan proyek LO masih mengikuti proses PPTL yang berlangsung tahun ini.

“Dampak dari belum terselenggaranya atau belum selesainya proses PPTL oleh PLN tersebut, realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum yang seharusnya disalurkan pada Semester I dan/atau Semester II tahun 2025 mengalami penundaan (delay),” tulis manajemen HGII dalam keterbukaan informasi Rabu (15/7/2026).

Perseroan juga menyampaikan, selama PPTL belum dimenangkan atau perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) belum ditandatangani, dana hasil IPO akan ditempatkan pada instrumen yang aman dan likuid seperti rekening bank atau deposito berjangka.

Adapun penyesuaian linimasa terbaru meliputi proyek SS dan proyek LO. Untuk proyek SS, indikasi penyelesaian PPTL oleh PLN mundur menjadi Semester I 2027, sedangkan penyaluran dana IPO dan pembukaan rekening PDCA ditargetkan pada Semester II 2027. Sementara untuk proyek LO, penyelesaian PPTL diperkirakan pada Semester II 2026, sedangkan penyaluran dana IPO dan pembukaan rekening PDCA ditargetkan pada Semester I 2027.

HGII menegaskan penundaan tersebut menyebabkan tertundanya proses pembangunan pembangkit listrik pada proyek SS dan LO, termasuk tahapan pengadaan, konstruksi, hingga Commercial Operation Date (COD). Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengganggu kegiatan operasional perseroan secara keseluruhan.

Perseroan juga menyebut tidak terdapat dampak hukum material karena penundaan berasal dari faktor eksternal, yakni belum terlaksananya proses PPTL oleh PLN. Dari sisi keuangan, dana IPO tetap ditempatkan pada instrumen yang menghasilkan imbal hasil sehingga tidak mengalami penurunan nilai secara material.

Selain itu, HGII menyatakan penundaan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kelangsungan usaha perseroan. “Perseroan selalu berkoordinasi dengan PLN dan pemangku kepentingan terkait untuk mempercepat proses PPTL agar rencana penggunaan dana dapat segera direalisasikan,” tulis manajemen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Alamtri Resources (ADRO) Alihkan 589,19 Juta Saham Buyback, Saham Treasury Habis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO)...

IHSG Ditutup Menguat ke 6.041, Saham XCIS, INAI, RANS dan PRDL Rajai Top Gainers

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di...

Direktur HAIS Rahmad Pudjotomo Mundur, Pilih Fokus Kembangkan Bisnis Lain di Hasnur Group

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Direktur PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru