spot_img

Trump Blokade Iran, Harga Minyak Brent Terbang Lebih dari 9%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia melonjak lebih dari 9% pada akhir perdagangan Senin (13/7/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (14/7/2026) WIB. Kenaikan ini dipicu oleh keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan kembali blokade angkatan laut terhadap Iran.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent melonjak 9,6% menjadi 83,30 USD per barel di London ICE Futures Exchange. Pencapaian ini merupakan kinerja harian terbaik bagi tolok ukur internasional tersebut sejak Mei 2020. Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 9,4%. Minyak WTI berakhir pada posisi 78,14 USD per barel di New York Mercantile Exchange.

Loncatan harga ini terjadi usai Trump mengumumkan militer AS akan menghentikan setiap kapal Iran yang melewati Selat Hormuz.  Ketegangan meningkat karena Teheran dan Washington saling berebut kendali atas jalur pelayaran penting tersebut.

Melalui unggahan di media sosial miliknya, Trump menjelaskan tujuan dari kebijakan ini.  Ia memastikan blokade hanya menyasar pihak Iran. “Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, dinamakan demikian karena ini hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar.  Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka,” ujar Donald Trump.

Trump juga menuntut pembayaran kompensasi atas perlindungan lalu lintas di selat tersebut.  Ia meminta biaya penggantian setara 20% dari semua kargo yang dikirimkan melalui jalur itu.

Situasi keamanan di Timur Tengah memburuk setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan udara sepanjang akhir pekan.  Militer AS menggempur 140 target pada hari Sabtu. Serangan gelombang kedua kembali diluncurkan pada hari Minggu.

Langkah militer ini merupakan balasan atas serangan Korps Garda Revolusi Islam terhadap kapal kontainer yang melintas di Hormuz.  Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman.

Media pemerintah Iran menyatakan Garda Revolusi telah menutup Selat Hormuz hingga waktu yang tidak ditentukan.  Namun, klaim ini dibantah keras oleh pihak militer AS atau Centcom. “Pasukan AS diposisikan dan siap untuk memastikan kebebasan navigasi tetap tersedia meskipun ada agresi, pelecehan, ancaman, dan deklarasi sewenang-wenang Iran yang tidak beralasan,” tulis Centcom di media sosial.

Centcom menegaskan lalu lintas kapal masih terus mengalir.  Mereka menyatakan Iran tidak memiliki kendali penuh atas selat tersebut.

Ketegangan terbaru ini berakar dari perbedaan tafsir mengenai kesepakatan damai sementara yang ditandatangani pada 17 Juni lalu.  Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz.

Lalu lintas sempat anjlok pada awal Maret akibat serangan terhadap kapal-kapal komersial.  Meski sempat membaik setelah kesepakatan Juni, kini kondisi keamanan kembali genting.  Para pelaut diminta untuk tetap sangat waspada saat melintasi wilayah tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Futures Wall Street Tertekan, Pasar Waspadai Efek Konflik AS-Iran dan Data Inflasi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) Wall...

Trump Blokade Iran, Harga Emas Dunia Terjun Bebas 3%

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia merosot tajam pada...

Futures Wall Street Terpuruk, Pasar Dihantui Konflik AS-Iran dan Penutupan Selat Hormuz

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (stock futures) Wall...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru