STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Stock futures Amerika Serikat bergerak datar pada perdagangan Selasa malam waktu setempat atau Rabu (15/7/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi setelah reli pasar dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan.
Mengutip CNBC, kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average diperdagangkan nyaris tidak berubah. Hal serupa juga terjadi pada S&P 500 futures dan Nasdaq 100 futures yang bergerak di sekitar level penutupan sebelumnya.
Penguatan pasar saham terjadi setelah laporan inflasi menunjukkan tekanan harga mulai mereda. Data tersebut meningkatkan harapan pelaku pasar jika Federal Reserve (The Fed) tidak perlu menaikkan suku bunga secara agresif pada tahun ini.
Data Consumer Price Index (CPI) menunjukkan inflasi turun 0,4% pada Juni dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi berada di level 3,5%. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom yang disurvei Dow Jones. Sebelumnya, para ekonom memperkirakan inflasi bulanan turun 0,2% dan inflasi tahunan mencapai 3,8%. Meredanya inflasi membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed bulan Juli turun menjadi 17% dari sebelumnya 42% sehari sebelumnya.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Pelaku pasar memberikan probabilitas sebesar 63% jika suku bunga akan naik seperempat hingga setengah poin persentase setelah pertemuan The Fed pada September.
Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli, mengatakan perlambatan inflasi memang banyak dipengaruhi oleh harga energi. Namun, penurunan tekanan harga juga terjadi di berbagai kategori lainnya. “Meski energi berperan besar dalam perlambatan kenaikan harga, pelemahan inflasi terjadi cukup luas di berbagai kategori dan menjadi kabar melegakan bagi investor. Namun, The Fed dan perekonomian belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Inflasi masih tinggi secara absolut, harga minyak kembali naik, dan AI saat ini terbukti memberikan tekanan inflasi yang cukup besar,” ujar Crisafulli dalam catatannya.
Sentimen positif juga terlihat di kawasan Asia-Pasifik pada pembukaan perdagangan Rabu. Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 6,3% saat pembukaan perdagangan. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq menguat 4%. Di Jepang, Nikkei 225 dan Topix masing-masing naik 0,9%. Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 menguat 0,6%.
Selain mencermati perkembangan inflasi dan arah kebijakan suku bunga, investor juga menantikan laporan kinerja keuangan sejumlah perusahaan besar Amerika Serikat pada Rabu.
Beberapa emiten yang dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan antara lain United Airlines, Morgan Stanley, Johnson & Johnson, dan BlackRock. Musim laporan keuangan sejauh ini diawali dengan hasil yang positif. JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup, Wells Fargo, dan Goldman Sachs berhasil membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi analis saat merilis laporan keuangan pada Selasa.

