spot_img

Danantara Tetapkan Mitra PSEL Tahap II di 8 Wilayah, Investor Global Berebut Garap Proyek Waste-to-Energy

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Danantara Investment Management (DIM) bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menetapkan mitra terpilih untuk pengembangan dan pengelolaan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap II. Proyek ini mencakup delapan lokasi pengembangan yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Indonesia.

Penetapan tersebut masih bersifat bersyarat (conditional). Seluruh mitra wajib memenuhi seluruh persyaratan pengadaan sebelum resmi ditetapkan sebagai pengembang dan pengelola proyek PSEL.

Adapun delapan mitra terpilih tersebut meliputi SUEZ-IAN Consortium untuk Medan Raya, Consortium Everbright Cemerlang Energy di Kabupaten Bekasi, Bumi Biru Indonesia untuk Lampung Raya, Masa Depan Energi Indonesia di Serang Raya, Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd di Semarang Raya, Consortium Mentari Citra Lestari di Surabaya Raya, MPM-CEVIA Consortium di Bogor Raya 2, serta Cakra Energi Lestari Consortium di Yogyakarta Raya.

Seleksi PSEL Tahap II menarik minat perusahaan-perusahaan pengelola limbah dan waste-to-energy terkemuka dunia. Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), tercatat 68 aplikasi masuk untuk delapan lokasi proyek. Hasil evaluasi menetapkan satu Mitra Terpilih dan satu Mitra Cadangan di setiap lokasi. Mitra Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA) sebagai penetapan bersyarat sebelum memenuhi seluruh persyaratan menuju penunjukan final.

Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menilai tingginya minat perusahaan global menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi. Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/7/2026).

DIM juga mencatat dominasi perusahaan nasional dalam proses seleksi tersebut. Empat dari delapan mitra terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan Indonesia. Sementara dua konsorsium dipimpin perusahaan asal Prancis dan dua lainnya dipimpin perusahaan asal Tiongkok. Seluruh konsorsium menggandeng mitra teknologi internasional guna mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi ke dalam negeri.

Sementara itu, Director Investment PT Danantara Investment Management sekaligus Chief Executive Officer PT Daya Energi Bersih Nusantara, Fadli Rahman, menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.

Fadli mengemukakan, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, serta mengacu pada praktik terbaik internasional. Penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, hingga komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.

“Untuk memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan evaluasi,” kata Fadli.

Setelah menerima CLoA, setiap mitra wajib menyelesaikan sejumlah persyaratan sebelum memperoleh Final Letter of Award. Persyaratan tersebut meliputi penyusunan studi kelayakan (feasibility study), finalisasi struktur proyek, pembentukan perusahaan patungan (joint venture company), penyelesaian dokumen komersial, hingga memperoleh persetujuan pembiayaan.

Program PSEL Tahap II merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilaksanakan secara bertahap. Sebelumnya, pembangunan PSEL Tahap I dimulai melalui peresmian proyek PSEL Denpasar, Bali, pada 8 Juli 2026. Sementara proyek PSEL Kota Bekasi dan Bogor Raya dijadwalkan segera memasuki tahap peresmian pembangunan.

Seluruh proyek yang memasuki tahap implementasi akan dikembangkan dan dioperasikan oleh Denera bersama mitra usaha yang telah ditetapkan. Program ini diharapkan mempercepat penanganan krisis sampah, meningkatkan investasi, menciptakan lapangan kerja hijau, menekan emisi gas rumah kaca, serta memperkuat industri pengelolaan sampah nasional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRI Dorong Suhita Lebah Indonesia Kembangkan Bisnis Madu Berbasis Komunitas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Prabowo Beri Harga Khusus BBM Nelayan Kapal 30–200 GT, Kuota 400.000 Ton Tanpa Bebani APBN

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemberian harga...

Telkom Gandeng EDB Singapura, Perkuat Infrastruktur Digital Berkelanjutan di Kawasan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru