spot_img

Bina Buana Raya (BBRM) Raup Laba USD1,23 Juta di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) mencetak performa positif pada awal tahun 2026. Perusahaan jasa pelayaran ini berhasil meraup laba bersih sebesar USD1,23 juta pada kuartal I 2026.

Berdasarkan laporan keuangan per Maret 2026 yang dirilis di Jakarta, Rabu (15/7/2026), laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tersebut mencapai USD1,237 juta. Jika dikonversi dengan kurs Rp16.993 per dolar AS, nilai ini setara dengan Rp21,03 miliar. Perolehan tersebut tumbuh tipis 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD1,233 juta atau Rp20,96 miliar.

Padahal, total pendapatan BBRM pada tiga bulan pertama tahun ini mengalami penurunan.  Pendapatan Perseroan tercatat sebesar USD3,07 juta (Rp52,19 miliar). Angka ini turun 5% dari USD3,23 juta (Rp54,93 miliar) pada kuartal I 2025.

Kontributor utama pendapatan BBRM berasal dari sewa kapal penunjang lepas pantai (offshore support vessels) senilai USD2,92 juta. Sementara itu, jasa kapal self-propelled barge menyumbang sebesar USD143,7 ribu.

Laba Perseroan tetap terjaga berkat keberhasilan manajemen dalam menekan biaya.  Beban pokok pendapatan turun signifikan menjadi USD1,58 juta dari sebelumnya USD1,75 juta pada kuartal I 2025.  Penurunan beban pokok ini mencapai 9,3%.

Di sisi lain, beban usaha sedikit meningkat menjadi USD301,5 ribu dari USD286,4 ribu. Perseroan juga mencatatkan pendapatan keuangan sebesar USD85,2 ribu dan beban keuangan senilai USD61,6 ribu.

Dari sisi kekuatan neraca, total aset BBRM per 31 Maret 2026 mencapai USD49,11 juta (Rp834,69 miliar). Nilai aset ini tumbuh 0,6% dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar USD48,82 juta.

Adapun total liabilitas atau utang perusahaan terpantau turun drastis. Jumlah liabilitas berkurang menjadi USD3,61 juta per Maret 2026 dari sebelumnya USD4,55 juta pada akhir 2025.

Sementara itu, total ekuitas BBRM mengalami kenaikan menjadi USD45,50 juta per Maret 2026. Angka ini meningkat dari posisi Desember 2025 yang sebesar USD44,27 juta.

Hingga saat ini, BBRM fokus pada bisnis penyewaan kapal dan penunjang lepas pantai. Perusahaan yang bermarkas di TCC Batavia Tower, Jakarta Pusat ini mengoperasikan armada kapalnya di perairan dalam maupun luar negeri.

Susanti Novita, Corporate Secretary BBRM, menyampaikan informasi ini dalam keterbukaan informasi kepada publik.  Laporan keuangan tersebut telah ditelaah secara terbatas oleh Akuntan Publik Independen.

- Advertisement -

Artikel Terkait

RMK Energy (RMKE) Serap 94% Dana Obligasi Tahap II, Sisa Rp33 Miliar Parkir di Maybank

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT RMK Energy Tbk (RMKE) telah...

Tiga SBN Rp111,5 Triliun Jatuh Tempo, BEI Resmi Hapus Pencatatan Mulai Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru