STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Reli saham teknologi mendorong indeks Taiwan menguat tajam. Sebaliknya, bursa China dan Hong Kong bergerak di zona merah seiring meningkatnya kehati-hatian investor.
Mengutip CNBC dan Investing.com, pelaku pasar juga mencermati kenaikan harga minyak dunia akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Di saat yang sama, investor menanti laporan keuangan emiten teknologi Amerika Serikat (AS), Alphabet dan Tesla.
Indeks Taiex Taiwan melonjak 1,34% dan ditutup di level 44.825,78. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi. Produsen server kecerdasan buatan (AI) Wiwynn dan perusahaan chip memori Nanya Technology sama-sama melesat 10%. Namun, saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) terkoreksi 0,41%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi ditutup naik 0,74% ke level 6.797,70. Padahal, pada awal perdagangan indeks ini sempat melesat lebih dari 5%. Pergerakan saham produsen chip Samsung Electronics dan SK Hynix turut mengikuti tren pasar. Namun, penguatan pasar mulai terbatas setelah harga minyak mentah terus naik.
Harga minyak Brent menembus USD93 per barel atau tertinggi dalam enam pekan terakhir. Kenaikan dipicu ancaman kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran untuk memperluas konflik di Timur Tengah.
Laporan juga menyebut dua kapal tanker yang mengangkut minyak Saudi menuju Asia berbalik arah di Laut Merah setelah ancaman tersebut muncul.
Bursa Jepang ditutup melemah. Indeks Nikkei 225 turun 0,18% ke posisi 66.115,60 setelah sempat menguat hampir 2% pada awal sesi. Sementara indeks Topix masih mampu naik 0,45%.
Dari sisi ekonomi, ekspor Jepang pada Juni 2026 meningkat 19,3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 18,6%.
Pertumbuhan ekspor Jepang menjadi yang kesepuluh secara berturut-turut. Kenaikan didorong permintaan terkait AI, terutama peralatan semikonduktor, serta pelemahan nilai tukar yen.
Sementara itu, impor Jepang naik 25,4%, melampaui perkiraan sebesar 21%. Kondisi ini membuat Jepang mencatat defisit perdagangan sebesar 406,9 miliar yen akibat tingginya biaya impor energi.
Bursa China bergerak melemah. Indeks CSI 300 turun 0,46% ke level 4.717,24. Sementara indeks Shanghai Composite ditutup relatif tidak berubah. Indeks Hang Seng Hong Kong juga tertekan dan turun sekitar 1% hingga diperdagangkan di level 24.892,66.
Di kawasan lain, indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,34% ke level 8.823,00. Indeks Straits Times Singapura menguat 1,24%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Nifty 50 India turun 0,79% pada perdagangan siang hari.
Investor kini menantikan laporan keuangan Alphabet dan Tesla yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu AS. Pasar akan mencermati perkembangan belanja AI, permintaan layanan komputasi awan (cloud), serta tren investasi korporasi dari hasil kinerja perusahaan-perusahaan teknologi tersebut.

