spot_img

Sektor Teknologi dan Tambang Solid, Bursa Saham Eropa Berakhir di Zona Hijau

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (21/7/2026) waktu setempat.  Penguatan saham sektor teknologi dan pertambangan berhasil mengimbangi kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.  Investor juga mencermati musim laporan keuangan emiten serta arah kebijakan bank sentral Eropa.

Mengutip CNBC, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,56% ke posisi 643,19. Kenaikan ini memutus tren pelemahan selama dua hari berturut-turut.  Indeks CAC 40 Prancis naik 0,28% ke level 8.363,14. FTSE MIB Italia menguat 0,81% ke posisi 52.285,09.

Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,58% ke level 10.585,91. DAX Jerman bertambah 0,66% menjadi 25.011,35. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,90% ke posisi 19.379,80.

Pasar Eropa bergerak positif meski harga minyak melonjak. Harga minyak mentah Brent naik lebih dari 2,5% setelah pasukan Amerika Serikat menggempur sejumlah target di wilayah selatan dan barat Iran pada malam sebelumnya.

Sektor teknologi menjadi penopang utama penguatan pasar. Indeks sektor teknologi naik 2,1%, tertinggi di antara seluruh sektor di Eropa. Saham ASMI melesat 5,4%, sedangkan ASML naik 4,7%. Investor kini menunggu laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi besar Amerika Serikat, termasuk Alphabet, untuk melihat keberlanjutan permintaan terkait kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Analis senior City Index, Fiona Cincotta, mengatakan sentimen investor terhadap sektor teknologi masih berfluktuasi.

“Kami melihat pasang surut sentimen yang menunjukkan adanya kegelisahan di sekitar sektor teknologi, khususnya perdagangan AI dan chip,” ujar Fiona.

Ia menambahkan, “Namun jika musim laporan keuangan kembali solid, hal itu bisa menjadi katalis bagi kenaikan berikutnya saham-saham teknologi.”

Sektor pertambangan juga ikut menguat. Indeks sektor ini naik 1,7% seiring kenaikan harga tembaga dan emas. Namun, saham perusahaan tambang asal Swedia, Boliden, turun 5,7% setelah membukukan laba operasional kuartalan yang lebih rendah dari perkiraan pasar.

Di sisi lain, sektor media menjadi yang paling tertinggal dengan penurunan 1,4%. Saham perusahaan bahan bangunan Wienerberger merosot 4,1% ke level terendah sejak 2022 setelah memangkas proyeksi laba tahun ini akibat melemahnya aktivitas pembangunan baru.

Saham bank asal Swiss, Julius Baer, turun 4% meski mencatat arus dana baru yang lebih baik dari ekspektasi.  Saham produsen lift Schindler juga melemah 5,4% setelah penjualan kuartalannya berada di bawah perkiraan pasar.  Sebaliknya, saham Novartis naik 2% setelah perusahaan farmasi tersebut melampaui estimasi laba operasional inti kuartal II-2026.

Saham Mitie melonjak 39% setelah OCS Group International menyepakati akuisisi perusahaan jasa outsourcing asal Inggris tersebut senilai 3,1 miliar poundsterling atau sekitar USD4,17 miliar.

Pelaku pasar juga menantikan pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) pada Kamis pekan ini.  ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga. Namun, data LSEG menunjukkan pasar masih memperhitungkan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin hingga akhir 2026.

Dari Inggris, Perdana Menteri baru Andy Burnham menunjuk mantan Menteri Pertahanan John Healey sebagai Menteri Keuangan. Penunjukan itu dilakukan beberapa pekan setelah Healey mengundurkan diri dari pemerintahan sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Akhiri Tren Pelemahan, Wall Street Berhasil Rebound Ditopang Lonjakan Saham Semikonduktor

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Asia-Pasifik Kompak Menguat, Nikkei dan Kospi Pimpin Reli Regional

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Ketegangan AS-Iran Kerek Harga Minyak Dunia, Wall Street Kompak Melemah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru