STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh penurunan harga minyak menyusul harapan baru akan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sentimen positif ini muncul setelah Israel dan Hizbullah mengumumkan jeda permusuhan di Lebanon.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 berakhir naik 0,66% ke posisi 625,34. Hampir semua sektor regional dan bursa utama di kawasan tersebut berakhir di zona hijau. Indeks CAC 40 Perancis menguat 0,77% ke level 8.209,09. FTSE MIB Italia melonjak 1,61% ke posisi 50.578,54.
Indeks FTSE 100 Inggris naik 0,33% ke level 10.373,51. DAX Jerman tumbuh 0,48% ke posisi 25.124,17. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,48% ke level 18.272,00.
Pasar kembali bergairah setelah Stoxx 600 sempat jatuh ke level terendah satu minggu pada Senin lalu. Investor kini memantau perkembangan pembicaraan damai meskipun Presiden AS Donald Trump mengaku tidak peduli jika negosiasi dengan Iran gagal. Trump menyebut proses negosiasi yang berlarut-larut mulai membosankan.
Hannah Neumann, Ketua Delegasi Parlemen Eropa untuk Hubungan dengan Iran, menilai rezim Iran mendapat banyak keuntungan dari situasi yang ambigu. Ia mengkhawatirkan taktik Iran untuk terus menunda kesepakatan.
“Saya khawatir taktik berkelanjutan dari rezim Iran hanya akan… terus menyeret hal ini,” ujar Neumann.
Neumann juga menambahkan posisi Uni Eropa terhadap konflik yang terjadi. Menurutnya, perang tersebut tidak membawa dampak positif bagi dunia.
“Tiga bulan setelah perang ini kita dapat melihat dengan jelas hal itu tidak memberi kita perbaikan apa pun, baik di kawasan maupun di dunia secara keseluruhan,” tambahnya.
Di sisi ekonomi, inflasi zona euro mencapai estimasi 3,2% pada Mei 2026. Lonjakan ini didorong oleh pertumbuhan harga energi sebesar 10,9%. Data ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan depan.
Kabar buruk datang dari sektor korporasi bioteknologi. Saham Abivax jatuh 43,6% setelah melaporkan beberapa pasien dalam uji coba kolitis ulserativa menderita kanker. Analis Jefferies menilai temuan tersebut sangat membebani prospek perusahaan.
“[Sinyal] kanker memperumit masalah,” kata analis tersebut.
Investor juga memantau ketegangan di Ukraina setelah Moskow meluncurkan serangan udara besar-besaran. Uni Eropa saat ini tengah menyiapkan paket sanksi ke-21 terhadap Rusia. Sementara itu di Wall Street, indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average melaju hingga mencetak rekor tertinggi baru

