spot_img

PEFINDO Rilis Rapor 37 Perusahaan Sektor Non-Keuangan, WIKA Naik Kelas, PTPP dan ADCP Hadapi Tantangan Likuiditas

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memublikasikan hasil penilaian terhadap puluhan perusahaan sektor non-keuangan. Sepanjang semester pertama 2026, lembaga ini merilis 54 peringkat dari 37 entitas berbeda.

Sektor konstruksi, bahan bangunan, dan pengembang properti menjadi bidang yang paling banyak dinilai. Hal ini terjadi karena banyaknya evaluasi khusus atau special review pada perusahaan di industri tersebut. Evaluasi ini dilakukan untuk memantau profil kesehatan keuangan perusahaan secara mendalam.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Qorri Aina menjelaskan sektor konstruksi dan properti mendominasi penilaian kali ini. “Publikasi peringkat itu didominasi oleh sektor construction and engineering diikuti dengan construction material dan juga property developer,” ujar Qorri dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Selain tiga sektor utama tersebut, Qorri menyebut pihaknya juga memantau industri lain. Beberapa di antaranya adalah rumah sakit, jalan tol, pelabuhan, hingga alat berat.

Dilihat dari sebaran nilai, mayoritas perusahaan masih memiliki peringkat yang bagus atau layak investasi. Sebanyak 20 peringkat berada di kategori A, 10 peringkat di kategori BBB, dan 9 peringkat di kategori AA. Perusahaan-perusahaan ini dinilai masih punya kemampuan kuat untuk membayar utang-utangnya.

Mengenai arah tren ke depan atau outlook, sebanyak 26 peringkat berstatus stabil. Namun, ada 7 perusahaan yang memiliki tren negatif dan 4 perusahaan dalam pengawasan ketat atau credit watch negatif. Tren negatif ini biasanya diberikan karena adanya risiko yang bisa menurunkan nilai perusahaan di masa depan.

Sumber: Pefindo

Kondisi keuangan perusahaan konstruksi terlihat sedang berjuang menghadapi masalah uang kas atau likuiditas. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) harus turun peringkat dari A/Stable menjadi BBB+/Negative. Penurunan ini disebabkan oleh tingginya risiko pembayaran utang kembali atau refinancing.

Nasib serupa dialami PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) yang turun drastis ke peringkat CCC/CW Negative. Perum Perumnas juga merosot ke posisi CCC/CW Negative dari sebelumnya B/Negative. “Ketiga perusahaan ini mengalami downgrade maupun perubahan outlook karena tingginya risiko refinancing, tekanan likuiditas, serta meningkatnya risiko pemenuhan kewajiban utang,” kata Qorri.

Meski banyak yang turun, ada juga perusahaan yang berhasil memperbaiki nilainya. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat kenaikan peringkat dari SD menjadi B/CW Negative. WIKA dinilai sukses melakukan perbaikan utang atau restrukturisasi.

Langkah sukses ini juga diikuti oleh PT PP Properti Tbk (PPRO) yang naik kelas ke peringkat B/Stable. Sementara itu, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mendapat nilai lebih baik menjadi A+/Stable karena bisnisnya tumbuh konsisten.

Sektor kesehatan juga mendapat catatan khusus. PT Pertamina Bina Medika IHC tetap berada di peringkat AA, namun tren masa depannya diubah menjadi negatif. Perubahan ini terjadi karena ada rencana pemisahan perusahaan atau spin-off ke Danantara yang bisa mengubah dukungan dari induknya.

Terakhir, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) tetap bertahan di peringkat A-. Namun, trennya berubah menjadi negatif karena tumpukan utang atau leverage yang masih tinggi. PEFINDO juga melihat adanya risiko pada pelaksanaan proyek-proyek yang sedang dijalankan oleh perusahaan tersebut.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Profil Kredit Terjaga, PEFINDO Sematkan Peringkat Stabil untuk 59 Entitas Jasa Keuangan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menerbitkan...

Laba Adhi Karya (ADHI) Naik 12,56% di Semester I 2026 Meski Pendapatan Turun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan...

Pendapatan Tol Meningkat, Laba Marga Lingkar Jakarta (MLJK) Tumbuh 5,66% di Semester I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Marga Lingkar Jakarta (MLJK) mengantongi...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru