spot_img

Alfamart (AMRT) Kantongi Rp730 Miliar dari Investor Strategis, Perkuat Bisnis di Filipina dan Bangladesh

STOCKWATCH.ID (TANGERANG) – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) atau Alfamart terus melebarkan sayap bisnisnya di pasar internasional. Perusahaan ritel raksasa ini baru saja mengumumkan serangkaian transaksi besar yang melibatkan anak usahanya, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd. (ARA).
Alfamart melakukan integrasi unit bisnis internasional di bawah payung ARA. Langkah ini melibatkan investor strategis, Glory Worldwide Investment Pte. Ltd. (GWI).
Pada 15 Juni 2026, ARA menerbitkan 49,75 juta saham baru. Seluruh saham ini diambil bagian oleh GWI dengan nilai transaksi USD 40,63 juta. Jika dikonversi, angka ini setara dengan Rp730,14 miliar.

Akibat transaksi ini, porsi kepemilikan Alfamart di ARA berubah. Awalnya Alfamart menguasai 100% saham. Kini, Alfamart memegang 49% dan GWI resmi menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 51%.

Dana yang didapat dari GWI tidak didiamkan begitu saja. ARA langsung menggunakan uang tersebut untuk memborong saham di dua negara. Pertama, ARA membeli 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. (ATP) dari GWI senilai USD 10,53 juta atau Rp189,22 miliar.

Kedua, ARA mengakuisisi 70,02% saham Alfamart Trading Bangladesh Limited (ATB) dari GWI. Nilai pembeliannya mencapai BDT 220,75 juta atau sekitar Rp32,13 miliar.

Sekretaris Perusahaan AMRT, Tomin Widian, menjelaskan langkah strategis ini diambil untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar global. Integrasi ini bertujuan menciptakan efisiensi kerja. Struktur modal ARA juga menjadi lebih kuat dengan masuknya mitra strategis.

“Transaksi ini diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di pasar global. Hal ini akan memberikan kontribusi positif bagi citra dan portofolio Perseroan di mata dunia,” ujar Tomin dalam keterbukaan informasi di laman BEI, Rabu (17/6/2026).

Selain itu, Alfamart ingin lebih mandiri dalam mengelola bisnis internasionalnya. Dengan struktur baru ini, Alfamart di Indonesia bisa tetap fokus pada pasar domestik. Namun, mereka tetap mendapat untung dari pertumbuhan bisnis di luar negeri.

Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Kusnanto & Rekan turut memberikan penilaian. Mereka menyatakan seluruh rangkaian transaksi ini adalah wajar. Berdasarkan analisis, nilai transaksi yang disepakati memberikan potensi keuntungan bagi Alfamart.

Willy D. Kusnanto, Pimpinan Rekan KJPP KR, menyatakan bahwa nilai pasar 100% saham ARA per 31 Desember 2025 mencapai USD 36,95 juta. Sementara itu, nilai 10% saham ATP dihargai USD 11,01 juta dan 70,02% saham ATB senilai BDT 229,38 juta.

Manajemen Alfamart optimistis masa depan ritel di Filipina dan Bangladesh sangat menjanjikan. Urbanisasi yang tinggi dan pertumbuhan kelas menengah menjadi pendorong utama. Alfamart ingin memastikan mereka menjadi pemain utama dalam persaingan ritel modern di kawasan Asia tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Tambah Free Float, Pengendali Divestasi 74,179 Juta Saham Sinergi Multi Lestarindo (SMLE)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Sinergi Asia Corporindo, pemegang saham pengendali PT Sinergi...

Private Placement ENRG Tuntas, BKI Serap 218,3 Juta Saham Senilai Rp338 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)...

Bundamedik (BMHS) Tebar Dividen Rp8,86 Miliar, Intip Jadwal Pembagiannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bundamedik Tbk (BMHS) siap membagikan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru