STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Manajemen PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) menargetkan pendapatan sebesar US$13,857 juta pada 2026, naik 0,2% dibanding realisasi pendapatan tahun 2025 sebesar US$13,818 juta. Laba bersih diproyeksikan tumbuh 3,7% menjadi US$6,875 juta pada tahun 2026.
Berdasarkan materi paparan publik yang disampaikan ke BEI, Rabu 17 Juni 2026 disebutkan, untuk mencapai target pendapatan ini, Perseroan berencana melakukan peremajaan kapal dengan menjual kapal yang sudah tua dan mengganti dengan kapal-kapal yang baru.
Selain itu, Manajemen Perseroan juga akan melakukan penambahan satu armada kapal PSV untuk meningkatkan pendapatan dan menangkap peluang yang ada.
Di sisi lain, Manajemen Perseroan juga akan terus menjaga loyalitas pelanggan. Ini dilakukan dengan memperkuat hubungan dengan pelanggan yang sudah ada dan membina kemitraan baru dengan memberikan kualitas layanan yang unggul, dapat diandalkan, dan tanggap.
Perseroan juga akan memberikan pelayanan terhadap kebutuhan pelanggan, dan secara proaktif memenuhi kebutuhan mereka yang terus berkembang. Menerima masukan dari pelanggan untuk mengidentifikasi hal yang perlu ditingkatkan dan mencari peluang untuk berinovasi.
Langkah pemerintah mengurangi ketergantungan atas impor energi dengan mendorong peningkatan produk migas nasional juga berpotensi menciptakan peluang bagi penyedia jasa penunjang offshore. Bagaimanapun, pertumbuhan investasi offshore dalam mendukung permintaan kapal akan meningkatkan tariff offshore vessel dikarenakan terbatasnya pasokan.
Sementara itu, Tren dekarbonisasi dan tuntutan keberlanjutan mendorong industri offshore untuk beralih ke penggunaan armada yang lebih efisien, modern, dan ramah lingkungan.
Perseroan telah menambah 1 kapal Penunjang Lepas Pantai yang akan di terima di bulan Juli 2026. Adapun Kapal Penunjang Lepas Pantai Offshore Support Vessel sangat mendukung operasi lepas pantai yang komprehensif mencakup pemindahan rig, penanganan jangkar, pengangkutan berbagai kebutuhan pengeboran di laut lepas. Seperti peralatan pengeboran, drilling string, batang bor, pipa, kebutuhan kru selama di lepas pantai, serta mendukung kendaraan operasi jarak jauh (ROV), instalasi wind farm lepas pantai, dan derek Pelabuhan
Di samping itu, BBRM juga memiliki Kapal Self Propelled Barge Self Propelled Barge Vessel. Perseroan menyewakan kapal kepada para pelanggan dengan sistem sewa pengangkutan (voyage charter). Perseroan juga menyediakan jasa pengangkutan untuk bahan tambang seperti batubara, granit dan pasir secara transshipment atau pengiriman melalui rute sungai dan pesisir pantai.
Hingga kuartal I 2026, BBRM mencatat pendapatan sebesar US$3.071 juta, turun 4,9% dari US$3,232 juta pada periode sama 2025. Pencapaian tersebut baru sekitar 2,67% dari target pendapata Perseroan pada tahun ini.
Manajemen Perseroan mampu menekan turun beban pokok pendapatan sebesar 5,7% menjadi US$1,587 juta pada kuartal I 2026, dari US$1,751 juta kuartal I 2025. Ini mendorong laba kotor naik 0,15% jadi US$1,484 juta pada kuartal I 2026, dibanding US$1,481 juta pada kuartal I 2025.
Bina Buana Raya (BBRM) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$1,237 juta pada kuartal I 2026, naik tipis jika dibandingkan US$1,233 juta pada periode yang sama tahun 2025.

