STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (16/6/2026) waktu setempat. Pergerakan ini didorong oleh harapan perdamaian di Timur Tengah. Sentimen positif muncul setelah ada kabar mengenai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang.
Mengutip Investing, indeks STOXX 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,3%. Posisi ini berada sedikit di bawah rekor tertinggi sepanjang masa. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,8%. FTSE MIB Italia melonjak 1,2%.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,61% ke level 10.494,21. DAX Jerman tumbuh 0,1%. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,7%.
Pasar global menyambut baik pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Trump menyebut kesepakatan awal untuk mengakhiri perang telah ditandatangani oleh AS dan Iran. Meski begitu, rincian operasional mengenai penyelesaian konflik tersebut masih belum diketahui.
Dan Coatsworth, kepala pasar di AJ Bell, memberikan catatannya mengenai kondisi pasar. “Kinerja FTSE 100 yang lesu sangat kontras dengan rekan-rekan di Eropa dan AS yang melaju maju, meskipun keuntungan sedikit tertahan di Eropa di tengah pertanyaan besar yang belum terjawab tentang resolusi konflik Timur Tengah yang dijanjikan ini,” ujarnya.
Indeks FTSE 100 di London sempat tertahan oleh saham-saham perusahaan energi besar seperti Shell dan BP. Saham Shell turun 0,50% dan BP merosot 0,70%. Penurunan ini terjadi karena harga minyak mentah ikut turun setelah adanya kabar gencatan senjata.
Kenaikan bursa Eropa sepanjang tahun ini sudah mencapai hampir 8%. Pencapaian tersebut berhasil menghapus kerugian akibat masa perang. Namun, para analis mengingatkan kenaikan di Eropa masih tertinggal dibandingkan bursa AS dan Asia.
Eropa dinilai kekurangan perusahaan teknologi besar. Padahal, sektor teknologi merupakan mesin utama penggerak pasar melalui tren kecerdasan buatan (AI). Selain itu, investor masih memperhatikan dampak suku bunga tinggi terhadap margin keuntungan perusahaan.
Di sisi korporasi, saham STMicroelectronics turun 2,5%. Penurunan terjadi setelah adanya penawaran obligasi konversi senilai 1,5 miliar USD. Kabar kurang sedap juga datang dari Rathbones Group yang sahamnya anjlok 17%.
Rathbones mengumumkan akan menghentikan pendaftaran klien baru selama satu tahun ke depan. Sementara itu, saham Securitas AB turun 3,42% setelah memaparkan strategi perusahaan untuk tahun 2030.
Kabar baik datang dari produsen perlengkapan olahraga Jerman, Puma. Saham Puma melonjak 1,93% setelah HSBC menaikkan peringkat sahamnya dari Hold menjadi Buy. Para investor kini menanti detail lebih lanjut dari kesepakatan damai untuk menentukan arah pasar selanjutnya

