spot_img

Perkuat Likuiditas, Bank Maspion Kantongi Pinjaman USD 4 Juta dari KBank

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) – PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) baru saja mendapatkan fasilitas pinjaman bilateral dari pemegang saham pengendalinya, KASIKORNBANK PUBLIC COMPANY LIMITED (KBank). Nilai pinjaman tersebut mencapai USD 4 juta.

Transaksi ini terjadi pada 17 Juni 2026. Perseroan menerima dana segar ini untuk memperkuat urusan keuangan perusahaan dalam jangka pendek.

Pinjaman ini memiliki jangka waktu atau tenor hingga 12 bulan sejak tanggal penarikan. Untuk bunganya, bank mematok bunga tetap (fix) yang disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.

Direktur Utama & PJS Direktur Bisnis Bank Maspion, Kasemsri Charoensiddhi, menjelaskan tujuan dari pengambilan pinjaman ini. Dana tersebut bakal digunakan untuk memperlancar bisnis bank.

“Transaksi Pinjaman Bilateral ini dilakukan untuk mendukung likuiditas tenor jangka pendek dan menunjang penyaluran kredit Perseroan kepada nasabah,” ujar Kasemsri dalam laporan tertulisnya.

Rencananya, proses pengambilan uang atau penarikan fasilitas ini akan dilakukan secara langsung sekaligus. Hal ini dilakukan agar dana bisa segera digunakan untuk melayani nasabah yang ingin meminjam uang ke Bank Maspion.

Sebagai informasi, KBank merupakan pemilik utama atau Ultimate Shareholder dari Bank Maspion. Mereka menguasai saham melalui anak perusahaannya, KASIKORN VISION FINANCIAL COMPANY PTE. LTD. (KVF).

Saat ini, KVF memegang 86,03% saham BMAS. Jika digabungkan secara total, kepemilikan KASIKORNBANK Group di Bank Maspion mencapai 89,48%.

Kasemsri juga memastikan bahwa kerja sama ini aman secara aturan pemerintah. Ia menyebut tidak ada masalah kepentingan dalam pemberian pinjaman dari induk usaha ke anak usahanya ini.

“Transaksi yang dijalankan tidak mengandung Benturan Kepentingan sebagaimana yang dimaksud dalam POJK 42/2020,” kata Kasemsri.

Bank yang berkantor pusat di Pakuwon Tower, Surabaya ini menegaskan transaksi tersebut murni untuk mendukung kegiatan operasional. Dengan likuiditas yang terjaga, perseroan bisa lebih leluasa menyalurkan kredit kepada masyarakat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Jelang Jatuh Tempo, INKP Pastikan Ketersediaan Dana Rp2,36 Triliun untuk Bayar Obligasi dan Sukuk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)-Manajemen PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk...

Hari Ini, MNC Kapital Indonesia (BCAP) Catatkan Obligasi Rp100 Miliar di BEI, Kupon Hingga 11,75%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Hari ini, Jumat 10  Juli 2026, Obligasi...

Asuransi Harta Aman (AHAP) Gelar Right Issue Rp175 Miliar untuk Perkuat Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru