spot_img

Berawal dari Pesanan Kerabat di Amsterdam, Tas Serat Alam Mlatiwangi Kini Menjangkau Pasar Internasional Berkat LinkUMKM BRI

STOCKWATCH.ID (SEMARANG) – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tas serat alam asal Semarang, Mlatiwangi, berhasil memperluas pasar hingga mancanegara setelah memanfaatkan program LinkUMKM dan pendampingan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Perjalanan usaha tersebut bermula dari pesanan kerabat pemilik usaha yang tinggal di Amsterdam, Belanda.

Pemilik Mlatiwangi, Yuli Muhawati, mengatakan usahanya berdiri sejak 2017. Pada awalnya, ia membuat tas mukena berdasarkan permintaan saudaranya di Amsterdam. Saat itu, produk yang dipasarkan masih berupa tas jadi yang dibeli kembali dari pihak lain.

Setelah menemukan penjahit yang sesuai, Yuli mulai memproduksi sendiri berbagai tas berbahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang. Produk-produk tersebut terus dikembangkan hingga saat ini.

“Awalnya saya membuat tempat atau tas mukena berdasarkan permintaan saudara di Amsterdam. Saat itu produk yang dijual masih berupa tas jadi, hingga akhirnya saya menemukan penjahit dan mulai memproduksi sendiri menggunakan berbagai bahan serat alam seperti pandan, eceng gondok, goni, rotan, dan pelepah pisang yang terus dikembangkan hingga sekarang,” ujar Yuli, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Seiring perkembangan usaha, Mlatiwangi menghadirkan produk yang memadukan anyaman serat alam dengan kain wastra Indonesia seperti batik dan lurik. Suvenir dompet koin dan dompet kosmetik menjadi produk yang paling diminati karena memiliki desain unik dan harga yang terjangkau.

Dalam mengembangkan usahanya, Yuli mengenal LinkUMKM melalui Rumah BUMN BRI. Berbagai program pendampingan dan fasilitas yang diperoleh membuka peluang bagi Mlatiwangi untuk memasok produk ke toko oleh-oleh Bandeng Juwana. Langkah tersebut turut mendukung peningkatan omzet usaha.

Saat ini, produk Mlatiwangi dipasarkan melalui galeri milik sendiri, reseller di toko oleh-oleh Bandeng Juwana dan Bandara Jenderal Ahmad Yani, marketplace, serta berbagai pameran seperti BRILianpreneur 2022 dan Inacraft 2024.

Jangkauan pemasaran Mlatiwangi telah mencakup Semarang, Jakarta, Medan hingga Papua. Produknya juga pernah diekspor ke Amsterdam pada 2017 dan Brunei Darussalam pada 2020. Untuk mendukung operasional usaha, Mlatiwangi memanfaatkan layanan BRI seperti QRIS, mobile banking, dan tabungan.

BRI mencatat hingga April 2026 sebanyak 16,46 juta pelaku UMKM telah memanfaatkan LinkUMKM untuk memperluas akses pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong percepatan UMKM naik kelas. Platform tersebut memiliki enam fitur utama, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan layanan registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menilai perjalanan Mlatiwangi menunjukkan bagaimana kreativitas dalam mengolah bahan serat alam dapat menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, kemampuan menghadirkan produk yang unik dan sesuai kebutuhan pasar menjadi salah satu faktor penting bagi pertumbuhan UMKM.

“Mlatiwangi membuktikan bahwa pemanfaatan bahan serat alam yang dipadukan dengan wastra Indonesia dapat menghasilkan produk yang unik dan bernilai tambah. Kemampuan menjaga kualitas produk sekaligus memanfaatkan peluang usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM. BRI akan terus menghadirkan berbagai program yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat kualitas produk, serta memperluas peluang pengembangan usaha,” ujar Dhanny.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Transformasi Wealth Management Berbuah Prestasi, BRI Sabet Best Private Bank 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Dibangun PP Persero, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan RSUD...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru