Rabu, Desember 17, 2025
29 C
Jakarta

Bank Rakyat Indonesia Cetak Laba Bersih Rp13,8 Triliun pada Kuartal I 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp13,80 triliun pada kuartal I 2025. Angka ini turun sekitar 13,6% dibandingkan laba periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp15,98 triliun.

Mengutip laporan keuangan Perseroan yang dipublikasikan pada Rabu (30/4/2024), laba Perseroan antara lain ditopang oleh pendapatan bunga bersih sebesar Rp35,85 triliun. Capaian ini berkurang 1,75% ketimbang Rp36,49 triliun per Maret 2024.

Sepanjang Januari hingga Maret 2025, BBRI menyalurkan kredit sebesar Rp1.373,66 triliun. Jumlah ini naik sekitar 5,2% dibandingkan posisi Maret 2024 yang tercatat Rp1.308,65 triliun. Kredit ke sektor UMKM mendominasi penyaluran dengan nilai Rp1.126,02 triliun. Nilai tersebut tumbuh 3,4% dari Rp1.089,41 triliun pada Maret 2024.

Kualitas kredit BRI tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tercatat 2,97%. Sementara rasio pencadangan atau NPL coverage sebesar 200,60%.

Penghimpunan dana pihak ketiga atau DPK mencapai Rp1.421,60 triliun. Naik tipis 0,4% dibandingkan kuartal I 2024 yang sebesar Rp1.416,21 triliun. Dana murah atau current account saving account (CASA) menyumbang Rp934,9 triliun, setara 65,8% dari total DPK.

Rasio kredit terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,03%. Sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 24,03%.

Aset BRI juga meningkat. Hingga akhir Maret 2025, total aset tercatat Rp2.098,23 triliun. Naik 5,5% dari posisi Maret 2024 yang sebesar Rp1.989,07 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Laba Bank Neo Commerce Meroket 73 Kali Lipat Jadi Rp 517 Miliar

JAKARTA – PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau...

Kuartal III 2025, Laba Madusari Murni Indah (MOLI) Melonjak 93%, Ini Pemicunya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Madusari Murni Indah Tbk MOLI) mencatat...

PEFINDO: Penerbitan Surat Utang Korporasi 2026 Diproyeksi Tembus Rp 196 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) —PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan proyeksi...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru