BEI Cabut Izin Transaksi Margin PT Anugerah Sekuritas Indonesia, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut Surat Persetujuan Melakukan Transaksi Margin milik PT Anugerah Sekuritas Indonesia. Keputusan tegas otoritas bursa ini mulai berlaku efektif sejak tanggal 6 Mei 2026.

Pengumuman tersebut tertuang dalam surat bernomor Peng-00038/BEI.ANG/05-2026. Dokumen ini ditandatangani oleh Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy. Selain itu, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian S. Manullang turut mengesahkan keputusan tersebut.

Pencabutan izin ini memiliki dasar hukum yang kuat. Langkah ini merujuk pada ketentuan X.1.1 Peraturan BEI Nomor III-I. Aturan tersebut mengatur tentang Keanggotaan Marjin dan/atau Short Selling.

“Pencabutan Surat Persetujuan Melakukan Transaksi Margin didasarkan atas ketentuan Peraturan Nomor III-I tentang Keanggotaan Marjin,” ujar Kristian, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (6/5/2026).

Pencabutan izin margin ini membuat perusahaan tidak lagi dapat melayani fasilitas pinjaman dana kepada nasabah untuk membeli saham.

Berdasarkan data profil perusahaan, PT Anugerah Sekuritas Indonesia memiliki modal dasar Rp100 miliar. Sementara itu, modal disetor perusahaan tercatat sebesar Rp56,36 miliar.

Posisi Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) terakhir perusahaan berada pada angka Rp29,94 miliar. Tren rata-rata MKBD perusahaan menunjukkan penurunan sepanjang awal tahun 2026.

Pada Januari 2026, rata-rata MKBD perusahaan masih berada di level Rp32,08 miliar. Angka ini menyusut menjadi Rp30,10 miliar pada Mei 2026.

Perusahaan efek ini berdiri sejak 9 Februari 1990. Saat ini, Nenny Sutanto menjabat sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 97,69%.

Posisi Direktur Utama ditempati oleh M. Ali Yusuf. Ia dibantu oleh Juniarty Lidia Budijanto yang menjabat sebagai Direktur. Juniarty juga memiliki porsi saham sebesar 0,89% di perusahaan tersebut.

PT Anugerah Sekuritas Indonesia berkantor pusat di Komplek Ruko Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Meski izin margin dicabut, status operasional perusahaan masih aktif. Perusahaan tetap memiliki izin sebagai perantara pedagang efek.

Nilai transaksi perusahaan pada awal 2026 sempat menyentuh Rp700,63 miliar pada Januari. Namun, volume transaksi tersebut melandai menjadi Rp195,09 miliar pada Februari 2026.

PT Anugerah Sekuritas Indonesia merupakan pemain lama di industri pasar modal. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 1990. Mereka menyediakan beragam produk keuangan untuk nasabah ritel, perusahaan, hingga institusi.

Selama ini, Anugerah Sekuritas dikenal memiliki visi kuat di pasar modal Indonesia. Modal dasar perusahaan terus berkembang untuk mempertahankan pertumbuhan. Mereka mengandalkan kombinasi pengetahuan dan pengalaman untuk melayani para nasabah secara profesional.

Saat ini, Anugerah Sekuritas berkantor pusat di Jakarta. Jaringan bisnisnya tersebar luas di berbagai pusat keuangan tanah air. Beberapa wilayah operasionalnya mencakup Bandung, Surabaya, Tangerang, Palembang, Pekanbaru, Yogyakarta, hingga Samarinda.

Perusahaan terus berkomitmen mengembangkan pelayanan terbaik. Mereka mengutamakan solusi keuangan yang inovatif dan efektif. Anugerah Sekuritas juga aktif memperluas jangkauan untuk meraih nasabah di tingkat lokal maupun regional.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Komisaris PNGO Hasan Tantri Jual Seluruh Saham Perusahaan, Dapat Cuan Rp545,38 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Hasan Tantri, Komisaris  PT Pinago Utama Tbk...

IHSG Sesi I Naik 0,65% Tembus Lagi 7.100 Berkat Sederet Saham Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Dividen TOTL Rp375,1 Miliar Cair 5 Juni 2026, Ini Jadwal Lengkapnya

STOCKWATCH.ID (STOCKWATCH.ID) – PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) akan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru