STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 15 perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga periode 30 April 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan sepanjang tahun 2026, sudah ada satu perusahaan yang resmi melantai di bursa.
“Satu perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp0,30 triliun,” ujar Nyoman di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan klasifikasi aset merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, mayoritas calon emiten dalam pipeline merupakan perusahaan besar. Sebanyak 11 perusahaan memiliki aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, empat perusahaan masuk dalam kategori aset skala menengah. Nilai aset mereka berada di rentang Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Hingga saat ini, belum ada perusahaan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar yang masuk dalam daftar tunggu.
Dari sisi sektoral, tiga bidang usaha mendominasi dengan komposisi masing-masing 20,0%. Sektor tersebut meliputi Consumer Cyclicals (3 perusahaan), Consumer Non-Cyclicals (3 perusahaan), dan Healthcare (3 perusahaan).
Selanjutnya, sektor Infrastructures dan Technology masing-masing menyumbang dua perusahaan atau setara 13,3%. Sektor Energy dan Financials masing-masing berkontribusi satu perusahaan dengan porsi 6,7%.
Nyoman merinci profil perusahaan yang tengah bersiap melantai. Menurutnya, minat dari berbagai sektor masih cukup beragam meski beberapa sektor masih kosong.
“Sebanyak 11 perusahaan merupakan aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar,” kata Nyoman.
Beberapa sektor lain belum memiliki perwakilan dalam pipeline saat ini. Sektor tersebut meliputi Basic Materials, Industrials, Properties & Real Estate, serta Transportation & Logistic.
