STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penggalangan dana melalui penerbitan obligasi terus menunjukkan tren positif. Hingga 30 April 2026, puluhan emisi baru masuk dalam antrean (pipeline) pencatatan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, data terbaru Pipeline Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) menunjukkan tingginya minat perusahaan dari berbagai sektor.
“Sampai dengan 30 April 2026 terdapat 47 emisi dari 33 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan klasifikasi sektor, sektor Financials mendominasi antrean dengan 12 perusahaan. Sektor Infrastructures menyusul dengan 8 perusahaan dan sektor Energy sebanyak 6 perusahaan.
Selanjutnya, terdapat 3 perusahaan dari sektor Basic Materials. Sektor Consumer Non-Cyclicals mencatatkan 2 perusahaan. Sementara itu, sektor Technology serta Transportation & Logistic masing-masing menyumbang 1 perusahaan dalam pipeline tersebut.
Dari sisi nilai, sektor Financials memegang porsi terbesar yakni 38,3%. Sektor Infrastructures berada di posisi kedua dengan 21,3%. Sektor Energy berkontribusi sebesar 14,9% dan Basic Materials sebesar 12,8%.
Sektor lainnya meliputi Consumer Non-Cyclicals sebesar 6,4%. Sektor Technology tercatat 4,3% dan sektor Transportation & Logistic sebesar 2,1%.
Nyoman juga memaparkan realisasi penerbitan obligasi sepanjang tahun berjalan. Dana yang berhasil dihimpun menunjukkan pertumbuhan signifikan.
“Telah diterbitkan 54 emisi dari 35 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp58,90 triliun,” kata Nyoman.
Sementara itu, sektor Consumer Cyclicals, Healthcare, Industrials, serta Properties & Real Estate belum memiliki daftar perusahaan dalam pipeline emisi obligasi per tanggal tersebut. BEI terus memantau perkembangan pasar guna mendukung kebutuhan pendanaan melalui instrumen surat utang.
