STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) melayangkan surat kepada manajemen PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC). Otoritas bursa meminta penjelasan terkait volatilitas atau gejolak transaksi saham perusahaan tersebut.
Menanggapi permintaan itu, emiten berkode saham BRRC ini memberikan klarifikasi tertulis. Manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi material yang belum terungkap ke publik.
“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal, selain yang telah disampaikan di Keterbukaan Informasi,” tulis Nurjihan Khairunisa, Corporate Secretary BRRC, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (27/5/2026) WIB.
Dalam surat bernomor CSC/RRC/05/2026/0228, Nurjihan menjelaskan perusahaan juga tidak mengetahui adanya aktivitas dari pemegang saham tertentu. Hal ini merujuk pada peraturan mengenai laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
BEI juga mempertanyakan rencana aksi korporasi dalam waktu dekat. Terutama rencana yang bisa berdampak pada pencatatan saham di bursa setidaknya dalam tiga bulan mendatang.
Pihak BRRC menegaskan saat ini tidak memiliki rencana aksi korporasi tersebut. Selain itu, Nurjihan menyampaikan pihaknya sudah berkomunikasi dengan pemegang saham utama mengenai kepemilikan saham mereka.
“Sesuai informasi yang kami terima dari pemegang saham pengendali dan/atau pemegang saham utama, tidak ada rencana terkait dengan kepemilikan sahamnya di Perseroan selain yang sudah disampaikan di Keterbukaan Informasi,” tegas Nurjihan.
Hingga saat ini, manajemen memastikan tidak ada informasi, fakta, atau kejadian penting lainnya yang material. Perusahaan menjamin tidak ada hal yang dapat memengaruhi harga efek maupun kelangsungan hidup perseroan yang belum diungkapkan.
Penjelasan ini merupakan respons atas surat BEI nomor S-06263/BEI.PP1/05-2026. Dokumen ini disampaikan secara elektronik melalui sistem pelaporan bursa pada 26 Mei 2026.

