spot_img

BRI Bersama Pemerintah Pacu Ekonomi Kreatif di Bali, Ribuan UMKM Dapat Akses Modal

STOCKWATCH.ID (BALI) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan Pemerintah memperkuat ekonomi kreatif di Bali. Langkah ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada ribuan pengusaha kecil.

Program bertajuk “Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Bali 2026” berlangsung di Auditorium Widya Sabha, Universitas Udayana, Jimbaran, Rabu (13/05). Kegiatan ini merupakan sinergi lintas kementerian, perbankan, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar menyebut UMKM tetap menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi global.

“Melalui BRI dan bank-bank lainnya, pemerintah terus berusaha memberikan akses permodalan dan keuangan kepada para UMKM kita,” ujar Muhaimin dikutip Minggu (24/5/2026) WIB.

Muhaimin menambahkan kolaborasi antar lembaga perlu terus diperkuat agar pelayanan UMKM semakin optimal. Bali dianggap berhasil membangun ekosistem pemberdayaan UMKM yang bisa dicontoh wilayah lain.

Pemerintah juga mendorong pelaku usaha menjaga kualitas produk dan jasa agar mampu bersaing. “UMKM tidak sekadar difasilitasi, tetapi juga harus tumbuh dengan kemampuan riset. Kampus diharapkan membuka akses riset yang bisa dimanfaatkan UMKM untuk menelusuri langkah sukses,” kata Muhaimin.

Pada kesempatan yang sama, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan sistem digital “Sapa UMKM”. Platform ini dirancang sebagai layanan satu pintu untuk kebutuhan pelaku usaha.

“Dalam sistem ini, seluruh UMKM di Indonesia nantinya bisa mendapatkan pelayanan pembiayaan, pemasaran, pelatihan hingga pendampingan usaha dalam satu platform,” jelas Maman.

Saat ini sistem tersebut masuk tahap uji coba ketiga. Sebagian besar modul layanan sudah siap digunakan untuk mempercepat transformasi layanan UMKM secara nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya menilai akad massal KUR ini bukti nyata kolaborasi memperluas akses pendanaan. Saat ini, 13 subsektor ekonomi kreatif sudah masuk skema pembiayaan KUR dari total 21 subsektor nasional.

Teuku juga mendorong penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku kreatif. Hal ini bertujuan meningkatkan daya saing sekaligus mendukung akses pembiayaan lebih lanjut.

Sebagai penyalur KUR terbesar, BRI terus memperkuat komitmen pembiayaan produktif. Hingga April 2026, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp65,95 triliun kepada sekitar 1,3 juta debitur di seluruh Indonesia.

Penyaluran tersebut mayoritas mengalir ke sektor produksi dengan porsi 66,47%. Sektor ini meliputi bidang pertanian, perikanan, hingga industri pengolahan.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menegaskan posisi bank sebagai mitra strategis pemerintah. Akhmad berharap pelaku ekonomi kreatif dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM agar mampu tumbuh lebih kuat dan naik kelas. Melalui dukungan pada program Akad Massal KUR ini, kami berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas bisnis, memperluas pasar, dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tutur Akhmad.

Menurut Akhmad, KUR menjadi instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Program ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memutar roda ekonomi di berbagai daerah.

“KUR merupakan instrumen pembiayaan BRI untuk mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif. BRI senantiasa memperluas akses permodalan yang tidak hanya berdampak pada penciptaan lapangan kerja, tetapi juga mendorong peningkatan produktivitas usaha serta perputaran ekonomi di berbagai wilayah,” pungkas Akhmad.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Mendorong Desa Jadi Pusat Ekonomi Baru, BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Program MBG Serap Rp83 Triliun, Badan Gizi Nasional Klaim Ciptakan 1,2 Juta Lapangan Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Badan Gizi Nasional (BGN) mencatatkan progres...

BI Rate Naik Jadi 5,25%, Begini Sikap BNI terhadap Arah Kebijakan Moneter

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru