Direktur BYAN Oliver Khaw Kar Heng Lepas Saham Bertahap, Kantongi Duit Segini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Oliver Khaw Kar Heng, Direktur PT Bayan Resources Tbk (BYAN), mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut. Aksi penjualan saham ini dilakukan secara bertahap pada awal Mei 2026.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Oliver melego total 42.400 lembar saham BYAN. Dari rangkaian transaksi tersebut, ia meraup dana segar sekitar Rp476,62 juta.

Transaksi pertama dilakukan pada 4 Mei 2026. Oliver menjual 18.100 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp11.396 per saham. Nilai transaksi pada hari pertama ini mencapai Rp206,26 juta.

Aksi jual berlanjut pada 5 Mei 2026. Ia melepas 10.500 lembar saham pada harga Rp11.206 per saham. Dari penjualan kedua ini, Oliver mengantongi dana sebesar Rp117,66 juta.

Terakhir, pada 6 Mei 2026, Oliver kembali mendivestasi 13.800 lembar sahamnya. Kali ini, harga penjualannya berada di angka Rp11.065 per saham dengan nilai total Rp152,69 juta.

Tujuan dari seluruh rangkaian transaksi ini adalah divestasi dengan status kepemilikan saham langsung. Pasca penjualan tersebut, jumlah saham yang dimiliki Oliver menyusut cukup signifikan.

Sebelum transaksi, Oliver tercatat menggenggam 177.100 lembar saham BYAN. Kini, koleksi sahamnya tersisa sebanyak 134.700 lembar saham. Meski mengalami perubahan jumlah, hak suara Oliver tetap tercatat sebesar 0,00%.

Dalam laporan resminya, Oliver menegaskan akurasi data yang disampaikan kepada otoritas pasar modal.

“Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh akibat hukum yang timbul dan menjamin kebenaran atas seluruh data yang dilaporkan,” tulis Oliver dalam laporan kepemilikan saham tersebut, Rabu (6/5/2026).

- Advertisement -

Artikel Terkait

OJK Minta Klarifikasi, RUPSLB Raharja Energi Cepu (RATU) Batal Digelar Besok

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)...

Prajogo Pangestu Jual Saham CUAN Rp467,98 Miliar, Free Float Makin Naik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Prajogo Pangestu kembali melakukan aksi korporasi...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru