Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough di BSD
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) menjadikan bisnis donat sebagai salah satu fokus pengembangan baru. Perseroan tengah membangun pabrik pengolahan adonan (dough) untuk mempercepat ekspansi Fore Donut ke berbagai kota di Indonesia.
Director of Strategy & Corporate Development PT Fore Kopi Indonesia Tbk, Mohammad Fahmi Rachmattulah, mengatakan pembangunan pabrik tersebut menjadi langkah penting untuk mendukung pertumbuhan jaringan Fore Donut di luar Jakarta.
"Karena tahun ini tuh fokusnya tuh kalau di donat, selain tadi kita tambah jumlah toko, kita tuh lagi bangun pabrik. Kita lagi bangun pabrik pengolahan dough-nya," ujar Fahmi di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Menurut Fahmi, pabrik tersebut akan memproduksi frozen dough yang nantinya dikirim ke berbagai kota. Dengan cara itu, proses pembuatan donat di gerai menjadi lebih sederhana dan ekspansi bisa berlangsung lebih cepat.
"Jadi tujuannya tuh biar kita bisa ekspansi ke luar kota. Karena dengan adanya si pabrik dough ini, kita bisa kirim itu frozen dough," katanya.
Saat ini, seluruh donat masih dibuat secara manual di masing-masing gerai. Proses tersebut dinilai cukup berat sehingga perlu disederhanakan melalui sistem produksi terpusat.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...