STOCKWATCH.ID – PT Master Print Tbk (PTMR) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,45 miliar pada semester I 2025. Hasil ini turun 48,2% dibandingkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,80 miliar pada semester I 2024.
Tergambar dalam laporan keuangan PTMR yang diumumkan Senin (21/7/2025), penurunan laba ini disebabkan oleh peningkatan beban umum dan administrasi, serta lonjakan beban keuangan pada semester I 2025.
Penurunan laba ini terjadi di tengah peningkatan penualan bersih Perseroan sebesar 87,4% dari Rp50,33 miliar pada semester I 2024 menjadi Rp63,32 miliar pada semester I 2025.
Meski beban pokok penjualan mengalami peningkatan 24,7% dari Rp37,67 miliar menjadi Rp46,98 miliar, Perseroan mampu mencatat laba bruto sebesar Rp16,34 miliar per Juni 2025. Pencapaian ini naik 29% dari laba bruto Rp12,66 miliar per Juni 2024.
Akan tetapi beban umum dan administrasi meningkat 87,4% dari Rp7,12 miliar menjadi Rp13,34 miliar. Hal ini mengakibatkan laba operasi Perseroan tergerus 32% dari Rp4,55 miliar menjadi Rp3,09 miliar per Juni 2025.
Selain itu, beban keuangan meningkat 31,5% dari Rp687,68 juta menjadi Rp904,18 juta. Akibatnya laba sebelum pajak Perseroan turun 43,7% dari Rp3,87 miliar per Juni 2024 menjadi Rp2,18 miliar per Juni 2025.
Sementara itu, total aset Perseroan naik 0,15% dari Rp159,59 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp159,83 miliar per 30 Juni 2025. Jumlah liabilitas Perseroan turun 1,8% dari Rp60,39 miliar menjadi Rp59,29 miliar. Adapun jumlah ekuitas Perseroan naik 1,36% dari Rp99,19 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp100,54 miliar per 30 Juni 2025.
Menurut data BEI, harga saham PTMR pada perdagangan Senin (21/7/2025) ditutup stabil di level Rp374 per lembar saham.
PTMR adalah emiten bidang usaha perdagangan sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang kemasan industri. Ini meliputi suku cadang dan jasa seperti sistem pengkodean, penandaan, pelabelan, dan inspeksi produk, serta kemasan susut, kemasan pelindung, kemasan makanan, dan kemasan farmasi (blister).
