STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indonesia tetap bertahan dalam kategori Emerging Market (EM) pada MSCI Market Classification Review 2026 yang dirilis Selasa (23/6/2026) waktu setempat atau Rabu (24/6/2026) . Hasil tersebut dinilai menunjukkan pengakuan MSCI terhadap berbagai langkah reformasi yang telah dilakukan di pasar modal Indonesia.
Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Dr. Hans Kwee, mengatakan keputusan MSCI tersebut sejalan dengan prediksi sebelumnya. Menurut dia, MSCI juga memberikan sejumlah catatan positif terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia.
“Seperti prediksi kami sebelumnya Indonesia tetap bertahan di Emerging Market (EM) pada MSCI Market Classification Review,” ujar Hans Kwee, dikutip Rabu (24/6/2026).
Hans menjelaskan, pasca reformasi, pasar modal Indonesia telah menjadi salah satu pasar modal yang paling transparan di dunia. Hal itu terlihat dari penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularitas klasifikasi investor, serta pengembangan pelaporan Pemilik Manfaat atau Ultimate Beneficial Owner (UBO).
Menurut Hans, penyediaan data kepemilikan saham di bursa negara lain umumnya baru tersedia untuk kepemilikan di atas 5%.
“Pasar Modal Indonesia pasca reformasi telah menjadi salah satu pasar modal paling transparansi di Dunia dengan penyediaan data kepemilikan saham di atas 1%, peningkatan granularity klasifikasi investor, dan pengembangan pelaporan Pemilik Manfaat (UBO),” kata Hans.
Ia menambahkan, jumlah klasifikasi investor di Indonesia juga meningkat dari sembilan kategori menjadi 39 kategori. Selain itu, data UBO dapat diperoleh melalui mekanisme permintaan.
Dalam laporan MSCI, Indonesia masih mendapat sorotan terkait transparansi kepemilikan saham dan praktik coordinated trading. Meski demikian, MSCI mengakui adanya perbaikan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self-Regulatory Organization (SRO) melalui agenda reformasi pasar modal.
“MSCI mengakui perbaikan yang dilakukan oleh OJK dan SRO lewat agenda reformasi pasar modal kita, namun MSCI menekankan pada pelaksanaan dari aturan dan konsistensinya,” ujar Hans.
Hans menilai MSCI akan terus memantau konsistensi pelaksanaan reformasi pasar modal Indonesia hingga jadwal peninjauan berikutnya pada November 2026.
“MSCI akan melihat konsistensi reformasi pasar modal Indonesia sampai jadwal review November 2026,” katanya.
Menurut Hans, agenda reformasi pasar modal Indonesia pada dasarnya telah menjawab keraguan MSCI yang muncul saat Indonesia pertama kali dikenakan Interim Freeze pada akhir Januari 2026. Namun, implementasi aturan tersebut harus terus dijalankan secara konsisten.
Hans juga menilai hasil MSCI Accessibility Review menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat aksesibilitas yang baik bagi investor asing.
Ia mengatakan kekhawatiran pasar terkait kemungkinan Indonesia turun dari kategori Emerging Market menjadi Frontier Market kini telah mereda setelah hasil MSCI Market Classification Review Juni 2026 diumumkan.
“Kekhawatiran Investor akan risiko Indonesia akan turun dari Emerging market ke Froniter Market telah menghilang pada MSCI Market Classification Review Juni 2026,” tutur Hans.

