STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali dipercaya mengerjakan proyek konektivitas di Pulau Jawa. Kali ini Perseroan berhasil meraih kontrak baru berupa Pengadaan Jasa Layanan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Simpang Susun (SS) Magelang-Borobudur senilai Rp2,1 triliun.
Perseroan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PP-Waskita-WIKA akan mengerjakan jalan sepanjang 8,1 kilometer (km) yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lingkup pekerjaannya mencakup trase utama, trase akses Magelang, simpang susun, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), terowongan bawah tanah, dan pelat beton (pile slab).
Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko mengatakan, SS Magelang dan SS Borobudur merupakan titik akses strategis dari Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. SS tersebut berfungsi sebagai gerbang utama menuju Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
“Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Dengan adanya Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (23/6/2026).
Keberadaan jalan ini berdampak pula terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, karena semakin banyak wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur, peluang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun semakin terbuka. Jalan Tol yang dibangun dengan konstruksi ramah lingkungan itu turut mendukung masuknya investasi baru sekaligus memudahkan distribusi barang serta jasa di wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya.
Ari menambahkan, SS Magelang-Borobudur juga bertujuan mengurangi kepadatan di jalur arteri utama. Diharapkan langkah tersebut bisa memudahkan pergerakan kendaraan logistik.
Dalam proses pembangunannya, lanjut dia, Waskita Karya sebagai kontraktor akan menerapkan sejumlah inovasi agar pekerjaan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya. Di antaranya menggunakan metode Curing Automatic, manfaatnya untuk menjaga beton supaya tidak cepat kehilangan air pada masa perawatan selama tujuh hari, sehingga tidak terjadi retak susut.
Ada pula alat Deflection Warning System yang berfungsi memonitor penurunan bekisting dan shoring pada saat pengecoran. Dengan begitu, tidak lagi pengecekan manual yang dilakukan pengawas atau surveyor.
Salah satu tantangan dalam proyek ini yaitu pekerjaan konstruksi berada di zona lalu lintas aktif, sehingga berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan serta meningkatkan risiko keselamatan pengguna jalan. Solusinya, Waskita mengoptimalisasi manajemen trafik dan keselamatan area konstruksi melalui implementasi Traffic Management Plan (TMP) serta penyediaan Jalur Detour dan Pengamanan Area Kerja.
“Tidak hanya memperhatikan aspek teknis dan mutu, Waskita Karya juga selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja. Kami berupaya menerapkan prinsip Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja (K3) secara maksimal agar proses konstruksi berjalan lancar,” jelas Ari.
Pada pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 ini, Perseroan pun berencana menggunakan Roboflagman untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara otomatis. Inovasi itu bertujuan mengurangi risiko kecelakaan dan dapat tetap mengatur dalam segala kondisi cuaca.
“Sebagai BUMN Konstruksi yang berpengalaman lebih dari 65 tahun membangun berbagai infrastruktur, Waskita Karya berkomitmen menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) ini secara tepat waktu dan dengan hasil terbaik. Pengerjaan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen memperkuat kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memajukan bangsa,”ujarnya.
Sebagai informasi, total panjang Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 km yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jalan ini dirancang untuk memangkas waktu tempuh perjalanan darat Yogyakarta-Semarang yang biasanya memakan waktu tiga sampai empat jam menjadi hanya sekitar satu jam.

