spot_img

Lontar Papyrus Pulp & Paper Rilis Obligasi dan Sukuk Rp2 Triliun, Intip Pengguaannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Mulai hari ini, Selasa 23 Juni 2026 sampai dengan 24 Juni 2026, PT Lonta Papyrus Pulp & Paper Industry (LPPI) melakukan penawaran umum surat utang kepada investor senilai total Rp2 triliun. Pencatatan obligasi dan sukuk di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 1 Juli 2026.

Surat utang tersebut terdiri atas Obligasi Berkelanjutan IV LPPI Tahap III/2026 senilai Rp1,051 triliun, dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap III/2026 sebesar Rp948,570 miliar.

Kosim Sutiono, Direktur LPPI dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa 23 Juni  2026 menjelaskan, obligasi LPPI tersebut sebesar Rp700 miliar dijamin secara kesenggupan penuh (full commitment) yang   terdiri atas seri A senilai Rp160,040miliar dengan bunga tetap 9,50% per tahun berjangka waktu tiga tahun , dan seri B sebesar Rp540,035 miliar memiliki tenor lima tahun dengan bunga tetap 10% per tahun. Adapun sisa dari pokok oblgasi yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp351,255 miliar dijamin secara kesanggupan terbaik atau best effort.

Menurut Kosim, bunga obligasi dibayarkan setiap 3 bulan dimana pembayaran bunga pertama dilakukan pada 30 September 2026, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing pada 30 Juni 2029 untuk Obligasi Seri A dan 30 Juni 2031 untuk Obligasi Seri B.

Kosim mengatakan,  Sukuk Mudharabah II LPPI Tahap III/2026  sebesar Rp266,290 miliar dijamin secara kesenggupan penuh (full commitment), dan terdiri atas seri A sebesar Rp202,320 miliar dengan tenor tiga tahun, dan seri B senilai Rp63,970  miliar berjangka waktu lima tahun. Sisa dari Dana Sukuk Mudharabah yang ditawarkan sebanyak-banyaknya sebesar Rp682,380 miliar akan dijamin secara Kesanggupan Terbaik (best effort).

Menurut Kosim, pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sejak Tanggal Emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah. Pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah pertama akan dilakukan pada tanggal 30 September 2026, sedangkan pembayaran Pendapatan Bagi Hasil Sukuk Mudharabah terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri Sukuk Mudharabah pada 30 Juni 2029 untuk Sukuk Mudharabah Seri A dan 30 Juni 2031 untuk Sukuk Mudharabah Seri B.

Kosim menjelaskan, dana hasil penerbitan obligasi setelah dikurangi  biaya emisi, sebesar Rp564,860 miliar akan dipergunakan untuk pembayaran sebagian pokok Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap I Tahun 2023 Seri A; Sedangkan sisanya akan dipergunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Sementara dana hasil penawaran sukuk setelah dikurangi dengan biaya-biaya, sebesar Rp213,040 miliar   akan digunakan untuk membayar sebagian pokok Obligasi Berkelanjutan II Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry Tahap I Tahun 2023 Seri A yang dananya telah digunakan untuk kegiatan usaha Perseroan dalam rangka kegiatan produksi yang merupakan kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.  Sisanya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu adalah pembelian bahan baku, bahan pembantu produksi, energi dan bahan bakar, barang kemasan serta biaya overhead.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Obligasi LPPI IV Tahap III Tahun 2026 adalah PT Aldiracita Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT KB Valbury  Sekuritas, PT Korea Investment and  Sekuritas Indonesia,  PT Sucor Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa barat dan Banten Tbk (BJBR) sebagai wali amanat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BUVA Kucurkan Pinjaman Afiliasi untuk Anak Usaha, PT Bukit Bali Permai

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)...

Trimegah Sekuritas (TRIM) Siapkan Rp150,54 Miliar untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM)...

Perluas Jasa Migas, MKAP Tambah 6 KBLI dan Bidik Kontrak Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru