STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) mengumumkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Rapat ini berlangsung pada 22 Juni 2026 di Jakarta.
Para pemegang saham sepakat mengubah nama perusahaan. Kini, IATA berganti nama menjadi PT Karya Pacific Energy Tbk. Langkah besar ini diambil untuk menyelaraskan visi dan strategi baru perusahaan.
“Perubahan nama ini dilakukan untuk memperkuat identitas Perseroan, meningkatkan keselarasan dengan visi dan strategi Perseroan, serta mendukung posisi Perseroan di hadapan para pemangku kepentingan,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (25/6/2026).
Selain nama, pengendali perusahaan juga resmi berganti. PT Karya Pacific Investama (KPI) kini menjadi nahkoda baru menggantikan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT). Perubahan ini terjadi setelah KPI menyelesaikan transaksi tender offer sukarela.
Manajemen menilai kehadiran KPI membawa angin segar. Sinergi ini akan memperkuat modal dan kemampuan ekspansi perusahaan di masa depan.
Sepanjang 2025, IATA meraup pendapatan sebesar USD 79,64 juta. Laba bersih melonjak 7,73% menjadi USD 8,27 juta. Margin EBITDA juga naik dari 19,13% ke angka 22,93%.
Meskipun perusahaan melaporkan raihan laba bersih pada tahun 2025, dokumen ini tidak memuat informasi mengenai penetapan penggunaan laba bersih tersebut untuk dividen kepada pemegang saham.
Dari sisi operasional, IATA memproduksi 3,42 juta metrik ton (MT) batu bara selama 2025. Volume penjualan tercatat mencapai 3,51 juta MT. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan masih memiliki cadangan batu bara terbukti sebanyak 298 juta MT.
Memasuki tahun 2026, IATA memasang target tinggi. Perusahaan membidik produksi sebesar 7,8 juta MT batu bara. Saat ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyetujui kuota awal 2 juta MT.
Untuk mengejar target tersebut, perusahaan mengajukan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Produksi akan dioptimalkan dari tambang milik PT Putra Muba Coal (PMC), PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dan PT Arthaco Prima Energy (APE).
RUPST juga merombak susunan pengurus. Christian diangkat sebagai Direktur baru. Sementara itu, Santi Paramita, Henry Suparman, dan Anthony Putra Tjiptodihardjo resmi mundur dari jabatannya.
Pemegang saham juga memberhentikan dengan hormat Andrea Frans Tambunan dari posisi Direktur. Andrea mendapatkan penugasan baru di lingkungan grup perusahaan.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi IATA:
Dewan Komisaris:
- Presiden Komisaris (Independen): Irjen Pol (Purn) Drs. H. Hamidin
- Komisaris: Hartono Tanoesoedibjo
- Komisaris: Amin Mansur
Direksi:
- Presiden Direktur: Suryo Eko Hadianto
- Wakil Presiden Direktur: Agustinus Wishnu Handoyono
- Wakil Presiden Direktur: Kahar Chua
- Direktur: Leader Dermawan Soli Daeli
- Direktur: Christian

