spot_img

Nikkei dan Kospi Kompak Cetak Rekor Baru, Investor Pantau Sinyal Damai AS-Iran

STOCKWATCH.ID (TOKYO/SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik melaju kencang pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Indeks utama Jepang dan Korea Selatan sukses mencetak rekor tertinggi baru sepanjang sejarah. Investor tengah menimbang ketegangan militer Amerika Serikat (AS) di Iran dengan harapan tercapainya kesepakatan damai.

Mengutip CNBC International, indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,49% ke level rekor 65.609,59. Indeks Topix juga ikut menguat 0,57%. Performa gemilang ini menunjukkan kepercayaan diri investor terhadap pasar saham Negeri Sakura.

Pencapaian luar biasa juga terjadi di Korea Selatan. Indeks Kospi melesat 4,18% ke posisi 8.383,60. Namun, indeks saham berkapitalisasi kecil, Kosdaq, justru mengalami penurunan tipis 0,68%.

Saham Samsung Electronics menjadi bintang utama di bursa Seoul dengan kenaikan sebesar 6%. Lonjakan ini terjadi setelah serikat pekerja menyetujui kesepakatan upah sementara. Langkah ini berhasil menghindari ancaman pemogokan yang dapat mengganggu rantai pasokan semikonduktor global.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,13% ke level 8.664,00. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong bergerak datar. Indeks CSI 300 di China daratan menguat 0,27% ke posisi 4.134,06.

Pasar tetap waspada terhadap perkembangan di Timur Tengah. Pasukan AS baru saja melakukan serangan “pertahanan diri” di wilayah selatan Iran pada Selasa pagi. Target serangan meliputi lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga memasang ranjau.

Pentagon menegaskan serangan ini dilakukan sebagai perlindungan diri. Meski ada aksi militer, Washington menyatakan tetap menahan diri di bawah kerangka gencatan senjata. Situasi ini menunjukkan betapa rapuhnya perdamaian antara Washington dan Teheran.

Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimistis melalui pernyataannya pada Senin lalu. Ia menyebut diskusi dengan Iran untuk mengakhiri perang sedang berlangsung secara positif. Trump tetap memberikan catatan tegas mengenai nasib negosiasi tersebut.

“Pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang berjalan dengan baik,” ujar Trump.

Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya tindakan militer lebih lanjut.

“Amerika Serikat bisa melakukan serangan jika negosiasi gagal,” tegas Trump.

Sentimen positif dari Wall Street turut memberikan tenaga bagi bursa Asia. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencetak rekor tertinggi pada penutupan Selasa sore waktu AS. Sektor teknologi menjadi motor penggerak utama penguatan bursa New York.

S&P 500 naik 0,61% ke level 7.519,12. Nasdaq yang sarat saham teknologi melonjak 1,19% ke posisi 26.656,18. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average melemah 118,02 poin atau 0,23% ke level 50.461,68.

Lee Ying Shan, analis dari CNBC, melaporkan pelaku pasar global terus memantau titik temu antara AS dan Iran. Optimisme terhadap kesepakatan damai menjadi faktor krusial yang menjaga momentum kenaikan di pasar Asia. Investasi pada sektor semikonduktor juga kembali bergairah seiring meredanya konflik internal di Samsung.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Brent Melesat Lebih Dari 3%, Ancaman Perang AS-Iran Makin Memanas

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga minyak mentah dunia melonjak...

Futures Wall Street Bergerak Datar Usai Cetak Rekor Tertinggi

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika...

Wall Street Variatif, Saham Micron Jadi Sorotan Usai Kapitalisasi Pasar Tembus USD 1 Triliun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru