STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat (AS) bergerak terbatas pada Selasa malam (26/5/2026) waktu setempat atau Rabu pagi (27/5/2026) WIB. Pergerakan ini terjadi setelah reli sektor teknologi sukses mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite ke level rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Mengutip CNBC International, futures S&P 500 terpantau naik tipis. Futures Dow Jones Industrial Average bertambah 16 poin atau kurang dari 0,1%. Sementara itu, futures Nasdaq 100 bergerak mendekati garis datar.
Pada perdagangan reguler Selasa, dominasi sektor teknologi membawa indeks pasar secara luas dan Nasdaq mencatat rekor harian sekaligus penutupan baru. S&P 500 menguat 0,61%, sedangkan Nasdaq melonjak 1,19%. Namun, indeks blue-chip Dow Jones justru terkoreksi 118,02 poin atau 0,23%.
Kenaikan pasar dipicu oleh lonjakan saham Micron Technology sebesar 19%. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut untuk pertama kalinya menembus USD 1 triliun.
Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik. Investor merasa lebih optimistis setelah Presiden Donald Trump memberikan sinyal positif terkait pembicaraan dengan Iran. Trump menyebut upaya mengakhiri konflik tersebut berjalan dengan baik.
Meski militer AS melakukan serangan pertahanan diri di wilayah Iran selatan pada Selasa pagi, juru bicara Komando Pusat AS, Tim Hawkins, menegaskan bahwa AS tetap menahan diri selama gencatan senjata berlangsung antara kedua negara.
Harapan meredanya ketegangan geopolitik serta musim laporan keuangan yang kuat telah mendorong bursa saham AS mencetak rekor tertinggi tahun ini. Meski demikian, Ahli Strategi Ekuitas AS Citi, Drew Pettit, menilai ruang penguatan pasar mulai terbatas.
“Imbal hasil obligasi meningkat, mencapai 4,50% pada Treasury AS tenor 10 tahun. Ekspektasi inflasi juga lebih tinggi dalam kurva yang mendatar sepanjang tahun ini. Semua itu tidak membuat Anda berada pada posisi untuk kelipatan harga yang lebih tinggi dan berkelanjutan saat ini,” ujar Drew Pettit.
Pettit mematok target akhir tahun indeks S&P 500 di level 7.700. Angka tersebut hanya menunjukkan potensi kenaikan moderat sekitar 2%.
Di pasar luar jam perdagangan reguler, saham Zscaler anjlok 19% setelah proyeksi pendapatan kuartal berjalan berada di bawah ekspektasi analis LSEG.
Sementara itu, saham Insulet juga turun 8% setelah perusahaan manajemen diabetes tersebut mengumumkan koreksi perangkat medis sukarela untuk beberapa lot produk pods miliknya.
Investor kini menantikan laporan kinerja keuangan terbaru yang akan dirilis pada Rabu pagi waktu setempat. Sejumlah emiten yang dijadwalkan merilis laporan keuangan antara lain Bank of Montreal, Bath & Body Works, Capri, Dick’s Sporting Goods, Manchester United, serta Abercrombie & Fitch.

