STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan standar tinggi bagi calon jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode mendatang. Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas organisasi bursa secara strategis.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ia menjelaskan proses pemilihan ini sepenuhnya mengacu pada regulasi yang berlaku.
Mekanisme pengajuan calon direksi diatur dalam POJK Nomor 58 Tahun 2016. Kelompok pemegang saham Bursa Efek Indonesia berhak mengajukan paket calon direksi.
Setiap kandidat wajib memenuhi persyaratan integritas dan kompetensi. Reputasi keuangan yang baik juga menjadi poin penilaian utama.
Setelah pengajuan, para calon harus melewati tahapan seleksi ketat. Mereka wajib lolos proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test). Pengujian ini dilakukan oleh komite khusus bentukan OJK.
Hasan menegaskan seluruh mekanisme ini dirancang secara matang. Tujuannya memastikan kandidat memiliki kapasitas memadai dalam mengelola bursa. Pengelolaan kegiatan bursa efek harus berjalan profesional, independen, dan berintegritas.
“Seluruh kandidat diharapkan memiliki kapasitas memadai dalam menjalankan fungsi pengelolaan bursa secara profesional,” ujar Hasan.
OJK memiliki harapan dan tuntutan tinggi terhadap jajaran direksi terpilih nanti. Mereka bersama dewan komisaris harus mampu mengawal agenda reformasi integritas pasar modal Indonesia.
Upaya ini mencakup penguatan struktur pasar secara menyeluruh dan komprehensif. Direksi baru perlu meningkatkan likuiditas serta melakukan pendalaman pasar (market deepening).
Penguatan tata kelola dan transparansi menjadi fokus berikutnya. OJK mendorong pengembangan infrastruktur bursa yang andal. Bursa harus selalu adaptif terhadap perkembangan teknologi terkini.
Kepemimpinan baru BEI diharapkan mampu memperkuat posisi pasar modal Indonesia, terutama di mata investor regional maupun global.
BEI perlu memenuhi berbagai standar dan ekspektasi dari global index provider. Langkah ini diharapkan mampu mendorong partisipasi investor domestik institusional secara berkelanjutan.
Proses seleksi ini nantinya akan menghasilkan tujuh nama untuk menduduki posisi jabatan direksi BEI. Para pemimpin baru ini tidak hanya sekadar memenuhi ketentuan regulasi.
“Mereka harus memiliki visi strategis membawa pasar modal berdaya saing global dan tumbuh berkelanjutan,” tegas Hasan.
Ia berharap direksi terpilih memiliki kemampuan eksekusi yang kuat. Hal tersebut penting untuk membawa pasar modal menjadi lebih dalam dan semakin likuid.
