Calon Bos Baru BCA Ungkap Strateginya Setelah Era Jahja Setiaatmadja
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (12...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bank Central Asia Tbk (BCA) resmi merombak susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (12/3/2025).
Djohan Emir Setijoso mengundurkan diri sebagai Presiden Komisaris, efektif per 1 Juni 2025. Posisinya akan digantikan oleh Jahja Setiaatmadja, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur BCA.
Sementara itu, BCA menunjuk Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur baru. Jabatan ini akan efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan setelah Jahja resmi menjabat sebagai Presiden Komisaris.
Hendra sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang teknologi dan perbankan, khususnya dalam pengelolaan sistem IT dan keamanan digital.
Dalam acara Buka Puasa Bersama BCA 2025 di Jakarta pada Selasa (18/3/2025), Hendra mengungkapkan pentingnya peran teknologi dalam industri perbankan.
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- IHSG Ditutup Menguat 0,50%, 406 Saham Berakhir di Zona Hijau, Ada DEWA, BUMI, DS...
- BEI Cabut Status Pemantauan Khusus RDTX dan PDES Mulai 6 Agustus 2026
- Pengendali Borong 700 Ribu Saham KDTN, Kini Kuasai 35,97%
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...