Kredit Ngebut! Naik 12,6%, Tapi Bos BCA Bilang Target Gak Diubah! Alasannya Bikin Kaget!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan total penyaluran kredit sebesar Rp941 triliun per Maret 2025. Angka ini naik 12,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY)...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA mencatatkan total penyaluran kredit sebesar Rp941 triliun per Maret 2025. Angka ini naik 12,6% secara tahunan atau year-on-year (YoY).
Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyebut pertumbuhan kredit memang lebih tinggi dari panduan (guidance) yang sebelumnya disampaikan ke analis, yaitu 6-8%. Namun, meski realisasi saat ini sudah melampaui angka itu, Jahja menegaskan target tahunan tetap tidak berubah.
"Kalau Anda lihat, memang yang kita sampaikan kredit growth itu adalah year on year. Artinya Maret 2024 sampai dengan Maret 2025. Memang itu 12,6% kalau saya tidak salah ya," kata Jahja.
Jahja menjelaskan, kenaikan kredit paling besar berasal dari segmen korporasi. Kredit korporasi naik 13,9% YoY menjadi Rp443,4 triliun. Diikuti kredit UKM (SME) yang tumbuh 12,9% menjadi Rp124,5 triliun.
Kredit komersial tumbuh 9,9% YoY menjadi Rp137,4 triliun. Sementara kredit konsumer juga mencatat pertumbuhan 11,3% YoY menjadi Rp225,7 triliun.
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- BTPN Syariah Likuidasi Anak Usaha Ventura Usai Izin Usaha Dicabut OJK
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus untuk TGUK dan SMRU
- Bidik 30 Gerai Fore Donut Tahun Ini, FORE Kebut Pembangunan Pabrik Frozen Dough...
- FORE Bidik Pendapatan Naik 50% dan Laba Bersih 70% pada 2026, Tambah 80 Gerai da...
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- BEI Tetapkan Saham AGAR Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...