Sebanyak 33 Analis Beri Rekomendasi "Buy" Saham BNI. Ini Alasannya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada enam bulan pertama tahun ini fokus menjalankan strategi pertumbuhan yang prudent berorientasi pada profitabilitas jangka...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI pada enam bulan pertama tahun ini fokus menjalankan strategi pertumbuhan yang prudent berorientasi pada profitabilitas jangka panjang, di antaranya adalah melalui disiplin dalam menyalurkan kredit ke segmen perusahaan berfundamental kokoh.
Strategi pertumbuhan berkelanjutan itu dinilai positif oleh sejumlah analis. Realisasi kinerja keuangan semester pertama 2023 bank berkode saham BBNI itu juga dinilai telah sesuai dengan ekspektasi para analis tersebut.
Dikutip dari platform Bloomberg, dari 35 analis pasar modal yang mereview BNI, 33 analis memberikan rekomendasi "Buy" dan tidak ada yang memberikan rekomendasi "Sell" dengan rata-rata proyeksi target price mencapai Rp11.350.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri mengatakan, langkah agresif BNI untuk menyalurkan kredit korporasi bagi perusahaan-perusahaan blue chip sektor tertentu, seperti telekomunikasi, utilitas, dan transportasi, merupakan keputusan tepat.
Dengan penyaluran kredit korporasi secara selektif, menjadikan biaya kredit yang dikeluarkan BNI relatif rendah dan risiko penyaluran kredit turun. Selain korporasi, perseroan tetap gencar menawarkan kredit payroll dan mencari sumber dana murah (CASA) yang berkelanjutan.
"Kami memproyeksikan pertumbuhan kredit korporasi perseroan mencapai 11% tahun ini dengan kontribusi sebanyak 51,2% terhadap total kredit yang disalurkan," kata Eka dalam risetnya.
Eka menambahkan, penurunan biaya kredit (CoC) BNI menjadi sentimen positif terhadap kinerja keuangan dan target harga saham BBNI.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...