STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 01 Juli 2026.
Berdasarkan risalah rapat, para pemegang saham memberikan persetujuan terhadap seluruh agenda yang diajukan. Kuorum kehadiran dalam rapat ini mencapai 434.381.695 saham atau mewakili 40,38% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Agenda pertama rapat menyetujui Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Ini termasuk Laporan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris. Pemegang saham juga mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025. Laporan ini telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rama Wendra dengan pendapat wajar.
“Memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) kepada seluruh Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan Perseroan yang telah dijalankan selama Tahun Buku 2025,” tulis manajemen KIOS, dikutip Kamis (9/7/2026).
Pada agenda kedua, rapat menyetujui pendelegasian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit buku Perseroan tahun buku 2026. Dewan Komisaris juga berwenang menetapkan kriteria serta honorarium bagi auditor tersebut.
Terkait kesejahteraan pengurus, agenda ketiga menyepakati pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menentukan gaji dan tunjangan anggota Direksi. Untuk Dewan Komisaris sendiri, nilainya ditetapkan sama dengan tahun 2025 atau dilakukan penyesuaian jika diperlukan dengan tetap memperhatikan kondisi keuangan.
Agenda terakhir mengonfirmasi tidak ada perubahan dalam susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris. Masa jabatan para pengurus ini berlaku hingga penutupan RUPS Tahunan pada tahun 2029.
Berikut adalah susunan anggota Direksi dan Dewan Komisaris KIOS terbaru:
Direksi
Direktur Utama: Ornela Bartin Sutan Giri
Direktur: Reginald Trisna
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Viperi Limiardi
Komisaris Independen: Junaidi Ariansyah
Seluruh keputusan dalam rapat ini diambil secara bulat oleh pemegang saham yang hadir. Sebanyak 100% suara setuju tercatat untuk setiap agenda yang dibahas. Manajemen menegaskan seluruh tindakan pengurusan selama periode laporan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku. (daiz)

