STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Hari ini, Rabu 8 Juli 2026, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2026 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) senilai Rp500 miliar dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Ini merupakan bagian dari penawaran umum obligasi berkelanjutan JPFA III senilai total Rp5 triliun.
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan ke BEI, Selasa 7 Juli 2026, obligasi JPFA terdiri atas seri A dengan jumlah pokok sebesar Rp390 miliar memiliki bunga tetap 9,25% per tahun dan berjangka waktu tiga tahun, dan seri B senilai Rp110 miliar dengan tenor lima tahun dan bunga tetap 9,50% per tahun.
Bunga obligasi JPFA akan dibayarkan setiap triwulan, dimana bunga obligasi pertama akan dibayarkan pada tanggal 7 Oktober 2026, sedangkan bunga obligasi terumkhir sekaligus pelunasan obligasi akan dibayarkan pada tanggal 7 Juli 2029 untuk obligasi Seri A, dan tanggal 7 Juli 2031 untuk obligasi seri B.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan untuk pembayaran dipercepat atas sebagian pokok utang fasilitas kredit Term Loan kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang timbul berdasarkan Akta Perjanjian Fasilitas Term Loan No. WCO.KP/TLN.711/2022 No. 185 tanggal 22 November 2022.
Bertindak sebagai Penjamin emisi obligasi III JPFA Tahap Tahap I Tahun 2026 adalah PT Sucor Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas, serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) sebagai wali amanat.
Ditinjau dari sisi keuangan, JPFA memiliki kinerja keuangan yang solid pada 2025. Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp60,72 triliun pada 2025, tumbuh 8,8% dari Rp55,80 triliun pada tahun 2024. Dari penjualan tersebut, JPFA mencatatkan laba bersih periode berjalan sebesar Rp4,28 triliun pada 2025, naik 33,27% jika dibandingkan Rp3,21 triliun di 2024.
Dari sisi neraca keuangan, JPFA juga solid dengan total asset sebesar Rp40,06 triliun per Desember 2025, naik 15,56% dari Rp34,66 triliun per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas JPFA per Desember 2025, masing-masing Rp20,04 triliun dan Rp20,02 triliun.

