STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan sesi I Senin (13/7/2026). Saham emiten milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu masuk jajaran saham paling aktif diperdagangkan atau most active stock.
Mengutip data perdagangan RTI Business hingga pukul 12.35 WIB, saham RANS ditutup naik Rp10 atau 4,39% ke level Rp238 per saham. Pada sesi I, saham RANS sempat menyentuh level tertinggi Rp282 per saham dan terendah Rp228 per saham. Harga pembukaan berada di level Rp280 per saham.
Volume perdagangan saham RANS mencapai 2,63 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp652,51 miliar dan frekuensi perdagangan mencapai 560.031 kali. Dengan pergerakan tersebut, kapitalisasi pasar RANS meningkat menjadi sekitar Rp3 triliun.
Aktivitas transaksi yang tinggi membuat saham RANS menduduki posisi teratas dalam daftar saham paling aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi I. Dalam daftar 10 besar Most Active, RANS bersanding dengan saham-saham seperti PRDL yang naik 24,77% ke Rp272, serta LAND yang menguat 23,81% ke level Rp78.
Pergerakan saham RANS melanjutkan tren positif sejak pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (10/7/2026). Pada hari pertama perdagangan, saham RANS langsung menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA). Saham RANS melonjak Rp58 atau 34,12% dari harga penawaran umum perdana sebesar Rp170 per saham menjadi Rp228 per saham.
Saat penutupan perdagangan perdana, saham RANS diperdagangkan dengan volume 8,14 juta saham, nilai transaksi Rp1,86 miliar, dan frekuensi sebanyak 20.032 kali. Kenaikan tersebut mengerek kapitalisasi pasar Perseroan menjadi sekitar Rp2,87 triliun.
Antusiasme investor terhadap saham RANS sudah terlihat sejak masa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menawarkan sebanyak 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp170 per saham, sehingga Perseroan berhasil menghimpun dana segar sekitar Rp429,25 miliar. RANS menjadi perusahaan tercatat ke-7 di Bursa Efek Indonesia sepanjang 2026.
Perseroan bergerak di bidang media dan hiburan, meliputi produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property (IP), penyelenggaraan acara, periklanan, taman hiburan, arena permainan, hingga aktivitas perusahaan holding.
Sebelumnya, Pendiri RANS, Raffi Ahmad, menyatakan status perusahaan publik menjadi awal perjalanan baru bagi Perseroan.
“Hari ini kami tidak sedang merayakan akhir perjalanan, melainkan titik awal. Menjadi perusahaan publik berarti kami memilih untuk tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, lebih transparan, dan lebih bertanggung jawab kepada seluruh pemegang saham serta masyarakat Indonesia,” kata Raffi saat pencatatan saham perdana, Jumat (10/7/2026).
Sementara Direktur Utama RANS, Nagita Slavina Mariana Tengker, menyebut pencatatan saham tersebut menjadi tonggak penting bagi industri kreatif nasional.
“Indonesia memiliki talenta kreatif yang luar biasa. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi intellectual property, perusahaan yang dikelola secara profesional, dan pada akhirnya menciptakan lapangan kerja serta nilai ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Nagita.
Masuknya saham RANS ke jajaran most active stock pada hari kedua perdagangan menunjukkan tingginya perhatian investor terhadap emiten yang lahir dari industri kreatif tersebut.

