spot_img

Wall Street Pecah Rekor! S&P 500 dan Nasdaq Terbang Tinggi Usai The Fed Potong Suku Bunga

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street berakhir beragam pada penutupan perdagangan hari Kamis (7/1/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (8/11/2024) WIB. Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi pada Kamis. Penguatan ini terjadi setelah Federal Reserve memangkas suku bunga dan optimisme atas peluang terpilihnya kembali Donald Trump sebagai presiden AS.

Mengutip CNBC International, Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun tipis 0,59 poin atau sekitar 0,00% menjadi 43.729,34. Berbanding terbalik, indeks S&P 500 (SPX) justru  mencatat kenaikan sebesar 446,06 poin atau 0,7% mencapai 5.973,10. Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, juga meroket 285,99 poin atau 1,51%, menyentuh 19.269,46. Ketiga indeks besar ini sempat menyentuh rekor tertinggi intraday selama sesi perdagangan.

Sejak kemenangan Trump, sentimen positif sudah terasa di Wall Street. Bahkan, pada Rabu, Dow Jones melejit hingga 1.500 poin. Peningkatan ini membuat S&P 500 mencatat kenaikan harian terbesar pasca pemilu dengan lompatan 2,53%.

Pasar obligasi juga mengalami fluktuasi. Imbal hasil Treasury, yang sempat naik tajam, kembali turun pada Kamis. Pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% oleh The Fed menjadi sorotan utama di tengah volatilitas ini.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan optimismenya terhadap ekonomi AS. “Kami cukup puas dengan kondisi ekonomi saat ini, dan kecil kemungkinan ada pemangkasan besar dalam waktu dekat,” ujarnya. Walau lebih kecil dari ekspektasi pemangkasan 0,5% pada September, keputusan ini tetap memuaskan pasar.

Beberapa analis memprediksi kebijakan Trump di periode kedua bisa menguntungkan aset berisiko seperti saham. Namun, kekhawatiran akan defisit pemerintah yang besar serta potensi inflasi akibat tarif masih menghantui investor.

“Pasar mungkin akan tetap fluktuatif karena ketidakpastian dampak kebijakan Trump,” ujar Tony Roth, CIO Wilmington Trust. Roth menambahkan bahwa peluang investasi di pasar saham masih terbuka, setidaknya untuk enam bulan ke depan.

Saham teknologi besar memimpin kenaikan di Wall Street kali ini. Apple naik 2,3%, Nvidia melesat 1,9%, dan Meta Platforms tumbuh 3,5%. Kenaikan di sektor teknologi ini berhasil mengimbangi penurunan di sektor keuangan, di mana saham JPMorgan Chase turun 4,3% dan American Express merosot 3%, yang sedikit menekan Dow Jones.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IPO Korea Selatan Anjlok, Reformasi Tata Kelola dan Konglomerasi Jadi Penyebab

STOCKWATCH.ID (SEOUL) - Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) di...

Aksi Jual Saham Chip Berlanjut, Nasdaq Tergelincir Saat Dow Jones Melaju

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Jerman Batal Bangun Kapal Perang, Saham Rheinmetall Anjlok 18% Saat Bursa Eropa Variatif

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru