Bos BRI Buka Suara soal Tekanan Harga Saham, Tegaskan Fundamental Tetap Kuat

STOCKWATCH. ID (JAKARTA) – Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mengalami tekanan signifikan sepanjang tahun berjalan. Meskipun begitu, manajemen memastikan fundamental perusahaan tetap berada pada posisi sangat kuat.

Hingga Kamis (30/4), saham emiten perbankan plat merah ini parkir di level 3.010,00. Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar 1,95% dalam satu hari perdagangan. Secara year-to-date, kinerja saham BBRI masih tertekan pada kisaran 16%.

Direktur Finance & Strategy BBRI Achmad Royadi, memberikan penjelasan terkait kondisi ini. Menurutnya, pergerakan harga saham dipengaruhi banyak faktor di luar fundamental perusahaan. Faktor sentimen global dan persepsi investor terhadap pasar modal Indonesia turut memengaruhi nilai saham di bursa.

“Secara fundamental, khususnya di Q1 ini, kinerja keuangan BRI sangat kuat. Aset terjaga, cost of fund terus membaik, permodalan kuat, dan laba bersih tumbuh baik,” ujar Achmad Royadi di Jakarta, Kamis (30/4).

Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar BBRI saat ini mencapai Rp451,63 triliun. Rasio P/E berada di angka 8,00 dengan tingkat dividen mencapai 11,50%. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini sempat menyentuh level tertinggi di 4.450,00 dan terendah di 3.010,00.

Achmad Royadi menegaskan penurunan harga saham saat ini lebih dipicu oleh faktor eksternal. Perusahaan justru baru saja mengumumkan keputusan besar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). BRI berkomitmen membagikan dividen dengan rasio sangat tinggi, yakni 92% dari laba tahun 2025.

Nilai dividen per saham atau dividend per share (DPS) tercatat sebesar Rp346. Langkah ini merupakan bentuk apresiasi nyata perusahaan kepada para pemegang saham. Strategi transformasi yang dijalankan mulai membuahkan hasil pada penguatan pendanaan dan penyaluran kredit yang sehat.

“Kami tetap optimis kinerja BRI akan terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui eksekusi strategi yang konsisten,” tambah Achmad Royadi.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BBRI, Hery Gunardi, mengajak investor melihat kondisi ini dari sudut pandang jangka panjang. Ia menekankan pentingnya memiliki instrumen investasi blue chip yang memiliki fundamental kokoh seperti BBRI.

Menurut Hery Gunardi, fluktuasi harga harian merupakan hal yang wajar di pasar modal. Investor disarankan tidak terlalu stres melihat naik turunnya harga jika tujuan investasinya adalah jangka panjang, seperti 5 hingga 20 tahun.

“Lihat dividen payout dan dividen rasionya. Dividen kita cukup bagus, bisa memberikan antara 10% sampai 11% return per tahun,” ungkap Hery.

Angka imbal hasil tersebut dinilai jauh lebih menarik dibandingkan instrumen investasi lainnya. Sebagai perbandingan, bunga deposito saat ini berada di kisaran 7%. Sementara itu, reksadana pasar uang hanya memberikan imbal hasil sekitar 5,5% sampai 6%.

Hery optimistis harga saham akan kembali terkerek naik seiring membaiknya kondisi makro ekonomi, baik lokal maupun global. Ia menyarankan investor untuk tetap tenang dan fokus pada aset yang memiliki rekam jejak fundamental yang kuat.

“Investasi itu mesti sesuai dengan objektifnya kita. Kalau mau jangka panjang ya Anda mestinya nafasnya juga panjang,” pungkas Hery.

Saat ini, BRI terus fokus pada digitalisasi dan pengembangan ekosistem bisnis yang terintegrasi. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas kinerja perusahaan secara berkelanjutan di masa depan. Manajemen percaya nilai perusahaan nantinya akan selalu tercermin dari fundamental yang kuat.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Sesi I Ambruk 2,46% di Bawah 7.000, IDXBASIC Turun Terbesar 3,77%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Lippo Cikarang Bukukan Marketing Sales Rp491 Miliar di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat pra...

Cikarang Listrindo (POWR) Siap Jual Kembali 235,656 Juta Lembar Saham Tresuri

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengumumkan pihaknya...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru