back to top

BNI Dorong Implementasi Keuangan Berkelanjutan dengan Target Net Zero Emission

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) atau BNI terus meneguhkan komitmennya dalam menginternalisasi prinsip Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance) di Indonesia.

Direktur Risk Management BNI, David Pirzada, menyoroti langkah-langkah proaktif yang telah dilakukan BNI sebagai pelaku utama dalam menerapkan Environmental, Social, and Governance (ESG) pada sektor perbankan.

“Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah dengan menetapkan target Net Zero Emission (NZE) aktivitas operasional BNI pada 2028 dan NZE pembiayaan pada tahun 2060. BNI akan mendorong sejumlah inisiatif baik dari sisi operasional maupun pembiayaan,” ungkap David dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/1/2024)..

Dari segi operasional, BNI telah menghitung emisi scope 1, 2, dan 3 di seluruh kantor pusat, kantor wilayah, dan kantor cabang sesuai standar Greenhouse Gas (GHG) Protocol. Upaya penurunan emisi melibatkan peningkatan efisiensi energi hingga tingkat wilayah dan cabang, serta peningkatan pengelolaan limbah untuk mengurangi limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Sementara itu, dari segi pembiayaan, BNI terus berupaya meningkatkan pembiayaan green loan. Pada tahun 2023, pembiayaan dalam kategori ini mencapai Rp67,9 triliun, tumbuh sebesar 13,6% dari posisi Desember 2022. BNI juga memberlakukan insentif keringanan bunga khusus untuk empat kategori green loan, seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan.

BNI juga telah berhasil mengoptimalkan penyaluran green bond sebesar Rp 5 triliun ke berbagai sektor, termasuk energi terbarukan dan pengolahan sampah. Melalui penyaluran green bond ini, BNI memberikan kontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan memelihara keberlanjutan sumber daya alam.

Selain itu, BNI juga memperhatikan risiko transisi yang dihadapi debitur dengan menerapkan Sustainability Linked Loan (SLL). Sampai dengan 2023, BNI telah menyalurkan SLL senilai Rp4,6 triliun.

“Sebagai bukti keberhasilan BNI dalam pengelolaan keberlanjutan, selama tahun 2023 BNI juga berhasil memperoleh Rating A dari MSCI dan Rating Medium Risk dari Sustainalytics dengan skor 21,4,” tambah David.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Perusahaan Gas Negara (PGN) Bukukan Laba US$215,36  Juta di 2025, Turun 36,55%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Perusahaan  Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN...

Laba Bersih Adaro Andalan (AADI) Anjlok 37,21% Jadi US$760,18 Juta pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan laba...

Melesat 197%, Petrosea (PTRO) Cetak Laba Bersih US$28,81 Juta di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatat bersih yang...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru