STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (5/6/2026) waktu setempat. Investor memantau aksi jual global pada perusahaan-perusahaan pembuat chip. Sentimen negatif ini menyebar dari pasar Amerika Serikat (AS) dan Asia seiring mundurnya investor dari sektor teknologi.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun 0,3% ke posisi Rp 622,66. Sebagian besar bursa utama di kawasan tersebut berada di zona merah. Indeks CAC 40 Perancis melemah 0,32% ke level Rp 8.218,24. FTSE MIB Italia turun 0,56% ke posisi Rp 49.893,05.
Indeks FTSE 100 Inggris menguat tipis 0,07% ke level Rp 10.368,05. DAX Jerman terkoreksi 0,75% ke posisi Rp 24.759,05. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 0,38% ke level Rp 18.344,90.
Aksi jual saham teknologi yang melanda pasar AS dan Asia merembet ke Eropa pada hari Jumat. Investor terpantau menjauhi saham-saham produsen chip. Indeks teknologi Stoxx 600 menutup hari dengan penurunan 2,8%.
Saham Infineon Technology berakhir anjlok 9,1%. ASML juga ditutup lebih rendah 2,4%. Sementara itu, saham Nokia mencatatkan penurunan 5,9%.
Pergerakan ini terjadi setelah laporan pendapatan Broadcom yang mengecewakan. Hal tersebut memicu perpindahan investasi dari sektor kecerdasan buatan (AI) ke sektor yang lebih defensif. Tekanan sangat terasa di pasar Korea Selatan yang memiliki banyak saham chip.
Indeks Kospi di Korea Selatan berakhir anjlok 5,5% pada sesi Jumat. Saham raksasa Samsung Electronics turun 6,4% dan SK Hynix jatuh 9,9%. Kondisi ini diperburuk pernyataan Menteri Tenaga Kerja Korea Selatan terkait pembagian keuntungan perusahaan.
Ia mendesak perusahaan teknologi besar membagikan lebih banyak hasil lonjakan chip AI kepada pekerja dan pemasok. Ia mengatakan rekor keuntungan “berisiko memperburuk ketimpangan pendapatan.”

