STOCKWATCH.ID (BALI) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mendukung penyelenggaraan Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing industri wellness dan beauty nasional di pasar global.
Ajang berskala internasional tersebut diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Kementerian Pariwisata. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah untuk memperluas akses pasar, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha wellness dan beauty Indonesia di tingkat global.
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Hery Gunardi bersama Wakil Menteri UMKM Republik Indonesia Helvi Moraza dan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati menghadiri langsung penyelenggaraan BWB Expo 2026 di Bali Beach Convention Center, Bali, Jumat (5/6/2026).
Mengusung tema “Thrive in Bali: Where Wellness Inspires the World”, pameran yang berlangsung pada 4-6 Juni 2026 itu menghadirkan sekitar 142 merek wellness dan beauty terpilih dari dalam maupun luar negeri.
Hery mengatakan industri wellness dan beauty memiliki prospek pertumbuhan yang menjanjikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat global terhadap kesehatan, kebugaran, dan kualitas hidup.
“BRI melihat industri wellness dan beauty sebagai sektor yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. BWB Expo bukan sekadar pameran. Ini adalah deklarasi bahwa Indonesia, dan khususnya Bali siap menjadi pusat wellness dunia. Bukan hanya destinasi, tapi tempat lahirnya brand, inovasi, dan standar wellness yang menginspirasi dunia. BRI siap berjalan bersama seluruh pelaku usaha untuk mewujudkan visi tersebut agar lahir semakin banyak champion wellness Indonesia yang mampu bersaing di panggung global,” ujar Hery.
Menurut Hery, sektor wellness dan beauty saat ini menjadi salah satu industri dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Pada 2024, nilai ekonomi wellness global tercatat mencapai USD 6,8 triliun.
Di sisi lain, Indonesia masuk dalam 25 pasar wellness terbesar di dunia. Lebih dari 90% pelaku industri kosmetik di Indonesia merupakan UMKM.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong UMKM naik kelas dan menjangkau pasar global melalui penguatan ekosistem wellness dan beauty.
Sementara itu, Helvi Moraza menilai industri wellness memiliki potensi besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus sarana meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci untuk membangun ekosistem wellness yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, kita dapat membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM Indonesia untuk berkembang dan naik kelas,” kata Helvi.
Bali dinilai memiliki posisi strategis sebagai destinasi wellness kelas dunia. Kekayaan budaya, spiritualitas, tradisi penyembuhan atau healing tradition, serta budaya hospitality yang kuat menjadikan Bali memiliki daya tarik sekaligus ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri wellness secara berkelanjutan.
Keunggulan tersebut menjadikan Bali sebagai lokasi untuk mempertemukan pelaku industri, investor, akademisi, komunitas, dan pemerintah dalam satu platform kolaborasi internasional.
Selama tiga hari penyelenggaraan, BWB Expo 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain International Exhibition, Talkshow & Educational Session, Workshop & Wellness Discussion, Business Matching Program, hingga Experiential Wellness Activities.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi seperti yoga, meditasi, pilates, ayurveda, beauty workshop, dan aktivitas wellness lainnya.
Adapun topik yang menjadi fokus pembahasan meliputi mental wellness, mindfulness, healthy lifestyle, personal care and beauty, longevity, traditional healing, sustainability, hingga wellness real estate.
Melalui BWB Expo 2026, BRI berharap semakin banyak pelaku usaha Indonesia, khususnya UMKM di sektor wellness dan beauty, dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
BRI menegaskan dukungannya kepada UMKM tidak hanya melalui akses permodalan, tetapi juga melalui pembukaan akses pasar, pendampingan usaha, serta penyediaan ekosistem transaksi digital yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan.
Dalam ajang tersebut juga dilakukan deklarasi pendirian Perkumpulan Pelaku Wellness dan Kecantikan Kewirausahaan Indonesia atau Indonesia Wellness and Beauty Entrepreneur Association (IWBEA).
Deklarasi itu bertujuan membangun platform yang inklusif, inovatif, dan berintegritas tinggi guna mendukung kemajuan industri wellness dan kecantikan di Indonesia.

