Beban Meningkat, Laba BFI Finance Indonesia Turun 9,01% pada 2023

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) membukukan laba Rp1,64 triliun (Rp109 per saham) pada 2023, turun 9,01% jika dibandingkan Rp1,81 triliun (Rp121 per saham) pada 2022.

Penurunan laba tersebut, seperti tergambar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2023 yang diumumkan Senin (26/2/2024), disebabkan antara lain oleh kenaikan beban usaha dan beban lain-lain BFIN sebesar 37,64%, dari Rp3,14 triliun pada 2022, jadi Rp4,32 triliun pada tahun 2023.

Beban terbesar BFIN yakni beban gaji dan tunjangan yakni Rp1,45 triliun, disusul beban bunga dan keuangan Rp951 triliun, beban umum dan administrasi Rp870 miliar, serta beban cadangan penurunan nilai piutang pembiayaan Rp785 miliar.

Kenaikan beban yang lebih tinggi dari pendapatan, mengakibatkan laba sebelum pajak emiten pembiayaan beraset Rp23,99 triliun per Desember 2023 itu anjlok 9,53% jadi Rp2,02 triliun pada 2023, dibanding Rp2,23 triliun tahun 2022.

Kendati laba turun, pendapatan BFIN naik 18,02% jadi Rp6,35 triliun pada 2023, dari Rp5,38 triliun pada 2022. Penyumbang terbesar pendapatan BFIN dari piutang konsumen yakni Rp5,93 triliun, dan lain-lain Rp228 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRI Salurkan KPR Subsidi Senilai Rp17,13 Triliun Hingga Akhir Maret 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terus...

Pecah Rekor, Chandra Asri Raup Laba Bersih USD 205 Juta pada Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)...

Kantongi Kredit Rp178,8 Miliar dari Bank Permata, Ternyata Ini Tiga Ambisi Besar ZYRX Selanjutnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru