spot_img

Mora Republic Cetak Laba Bersih Rp516 Miliar pada 2025, Fokus Bisnis FTTH Pascamerger

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) membukukan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan sepanjang tahun buku 2025. Pertumbuhan tersebut ditopang ekspansi jaringan fiber optic, peningkatan jumlah pelanggan, serta penguatan kapasitas infrastruktur digital.

Kinerja tersebut dipaparkan dalam Paparan Publik Tahunan Perseroan yang digelar di Grand Hyatt Jakarta, Senin (15/6/2026).

Hingga akhir 2025, jumlah homepass MORA meningkat sekitar 36% menjadi lebih dari 1 juta homepass dibandingkan 788 ribu homepass pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, jumlah pelanggan retail tumbuh sekitar 46% menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan. Sementara pelanggan segmen enterprise meningkat sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan.

Dari sisi infrastruktur, panjang jaringan fiber optic Perseroan mencapai sekitar 58 ribu kilometer per 31 Desember 2025. Kapasitas bandwidth juga meningkat sekitar 18% menjadi sekitar 38 Tbps.

Pertumbuhan operasional tersebut mendorong peningkatan kinerja keuangan Perseroan. Pendapatan segmen retail naik sekitar 21% menjadi sekitar Rp1,3 triliun. Pendapatan wholesale juga meningkat menjadi sekitar Rp876 miliar. Sementara itu, EBITDA tercatat sekitar Rp2 triliun atau tumbuh sekitar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih Perseroan melonjak sekitar 96,5% menjadi hampir Rp516 miliar dari sekitar Rp263 miliar pada 2024.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer PT Ekamas Mora Republik Tbk, Timotius Max Sulaiman, mengatakan pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi Perseroan dalam memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

“Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX, serta penguatan kapasitas jaringan untuk menjawab lonjakan kebutuhan konektivitas ritel maupun enterprise. Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan melalui investasi infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Timotius.

Dalam sesi tanya jawab paparan publik, Direktur PT Ekamas Mora Republik Tbk, Jimmy Kadir, menjelaskan terdapat tiga pendorong utama pertumbuhan Perseroan sepanjang 2025, yakni segmen FTTH, enterprise, dan wholesale.

“Jadi untuk pertumbuhan di tahun 2025 itu, faktor-faktor apa saja yang menjadi pertumbuhan di tahun 2025, terutama ada tiga faktor yaitu dari segmen FTTH, segmen Enterprise, dan segmen Wholesale,” kata Jimmy.

Menurut Jimmy, pada segmen FTTH atau retail, jumlah homepass meningkat 36% menjadi lebih dari 1 juta homepass. Jumlah pelanggan juga naik sekitar 40% menjadi sekitar 330 ribu pelanggan.

“Sehingga secara revenue itu meningkat 30-an persen menjadi Rp1,3 triliun,” ujarnya.

Di segmen enterprise, jumlah pelanggan meningkat sekitar 40% menjadi 17 ribu pelanggan. Sementara pada segmen wholesale, peningkatan kapasitas jaringan sekitar 18% menjadi 38 Tbps turut mendorong kenaikan pendapatan.

“Segmen Wholesale menyumbang kurang lebih meningkat 9% itu menjadi Rp876 miliar. Itu faktor-faktor utamanya,” tutur Jimmy.

Terkait fokus pertumbuhan ke depan, Direktur PT Ekamas Mora Republik Tbk, Yopie Widjaja, mengatakan Perseroan akan tetap mengembangkan seluruh segmen usaha, baik telco, enterprise, wholesale maupun retail FTTH.

“Ya tentunya kita akan memfokuskan ke semua segmen ya, baik di segmen Telco, Enterprise, Wholesale, maupun yang retail FTTH,” kata Yopie.

Menurut dia, segmen FTTH saat ini memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan segmen lainnya.

“Memang tapi growth-nya sekarang FTTH lebih unggul, lebih punya prospek,” ujarnya.

Yopie menambahkan Perseroan akan menjalankan berbagai strategi untuk menjaga pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnis sepanjang tahun ini.

“Jadi kita akan mendorong berbagai strategi sehingga di satu sisi ada penurunan tapi di sisi lain segmen yang naik kita akan meningkat lebih besar sehingga tetap growth sepanjang tahun ini,” kata Yopie.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRI Perluas Pilihan Investasi Global di BRImo, Hadirkan Tiga Reksa Dana USD Batavia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

Integra Indocabinet (WOOD) Bukukan Laba Rp28,62 Miliar di Kuartal I 2026, Siap Diversifikasi Produk

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan...

Penjualan NPK Granul Melejit, Laba Bersih NPGF Melonjak 78,7% di Kuartal I 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Nusa Palapa Gemilang Tbk (NPGF)...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru