spot_img

Wall Street Pesta Rekor, Indeks Dow Jones Melejit 468 Poin Usai Damai AS-Iran

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup menguat tajam pada akhir perdagangan Senin sore (15/6/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (16/6/2026) WIB. Tiga indeks utama mencapai level tertinggi baru mengawali pekan perdagangan yang singkat. Investor merespons positif pengumuman kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melonjak 468,77 poin atau 0,92% ke level 51.671,03. Indeks S&P 500 (SPX) juga naik 1,65% dan berakhir di posisi 7.554,29. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 3,07% menjadi 26.683,94.

Indeks Dow Jones sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di tengah sesi perdagangan. Nasdaq juga mencatatkan hari terbaiknya sejak 31 Maret. Selain kabar damai, penguatan saham SpaceX ikut mendorong gairah pasar. Saham SpaceX melesat hampir 20% setelah mencetak debut perdana yang sukses pada Jumat lalu.

Brian Mulberry, Chief Market Strategist di Zacks Investment Management, memberikan analisanya. Ia menilai pergerakan saham SpaceX cukup tertib.

“Tampaknya jauh lebih tertib daripada yang saya harapkan, dan itu bukan hal buruk,” ujar Mulberry. Ia menambahkan saham ini bukan sekadar saham spekulatif karena banyak orang mulai menyimpannya dalam portofolio mereka.

Sentimen pasar melonjak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Iran telah selesai. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut dokumen kesepakatan akan ditandatangani di Swiss pada Jumat ini. Seorang pejabat senior pemerintah menyatakan dokumen tersebut sudah ditandatangani secara elektronik.

Kabar damai ini langsung membuat harga minyak dunia anjlok. Trump juga mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran penting. Wakil Presiden JD Vance memberikan kepastian mengenai jalur laut tersebut dalam wawancara dengan CNBC.

“Saya berharap selat tersebut akan dibuka secara bebas tol untuk jangka panjang,” ujar Vance. Harga minyak mentah AS ditutup turun sekitar 4,9% pada level USD 80,75 per barel.

Mulberry menilai penurunan harga minyak ke level USD 80 merupakan sinyal yang sangat kuat. Hal ini bertepatan dengan pekan pertemuan bank sentral AS atau FOMC. Kabar ini dipercaya bisa mengurangi tekanan inflasi.

“Ini adalah sinyal kuat, mengingat ini adalah pekan FOMC, kita tidak perlu menaikkan suku bunga [dan] tekanan harga harus mereda relatif cepat,” tambah Mulberry. Ia menganggap perkembangan ini menjadi berita baik bagi pasar dalam jangka panjang.

Sebelumnya, ketidakpastian sempat muncul akibat saling serang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, kesepakatan damai AS-Iran akhirnya tetap tercapai. Investor kini merasa lebih tenang dengan situasi geopolitik di Timur Tengah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

IPO Bersejarah SpaceX Raup Dana Raksasa USD 85,7 Miliar, Valuasi Tembus USD 2 Triliun

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – SpaceX mencatatkan sejarah baru sebagai...

Imbas Damai AS-Iran, Harga Emas Dunia Terbang 2,6%

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia kembali mendaki pada...

Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok 5% Usai Damai AS-Iran

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 5%...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru