STOCKWATCH.ID (SEMARANG) – Usaha batik ramah lingkungan milik Cinta Batik Semarang berhasil menjangkau pasar internasional setelah berkembang melalui berbagai program pendampingan usaha, termasuk memanfaatkan platform LinkUMKM yang dihadirkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Pemilik Cinta Batik Semarang, Iin Windhi Indah Tjahjani, menuturkan usahanya bermula dari pelatihan membatik yang diselenggarakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang dalam program revitalisasi batik Semarang.
Sejak berdiri pada 2006, Cinta Batik Semarang dikenal melalui produk batik tulis warna alam yang menggunakan pewarna alami sehingga lebih ramah lingkungan dengan harga yang tetap terjangkau.
Perjalanan usaha tersebut dimulai dari kondisi yang sederhana. Berbekal modal sekitar Rp50 ribu dan peralatan membatik yang terbatas, Iin memulai produksi dengan pengetahuan membatik yang masih minim.
Berbagai kegagalan dalam proses produksi tidak menghentikan langkahnya untuk terus belajar. Keterbatasan akses konsultasi mengenai teknik membatik membuatnya aktif mengunjungi berbagai pameran guna mencari inspirasi sekaligus meningkatkan kualitas produk.
“Mengenal LinkUMKM dari Rumah BUMN BRI, salah satu alasan yang membuat kita bergabung yaitu dikarenakan ada banyak kegiatan yang bermanfaat untuk kemajuan usaha kita,” ujar Iin, dikutip Minggu (14/6/2026).
Dalam mendukung operasional usaha, Cinta Batik Semarang juga memanfaatkan layanan QRIS dan tabungan BRI.
Saat ini, produk-produknya dipasarkan melalui berbagai saluran penjualan, mulai dari toko offline, marketplace, pameran, hingga kerja sama business-to-business (B2B).
Jangkauan pelanggan Cinta Batik Semarang kini tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. Produk yang diproduksi dalam jumlah terbatas tersebut memiliki nilai eksklusif bagi konsumennya.
BRI mencatat hingga akhir Maret 2026, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh lebih dari 15,57 juta pelaku UMKM sebagai sarana pendampingan usaha secara daring.
Platform tersebut mendukung peningkatan kapasitas usaha, perluasan pasar, hingga percepatan proses naik kelas bagi UMKM.
LinkUMKM memiliki enam fitur utama yang terintegrasi, yakni UMKM Smart, Rumah BUMN, Media, Komunitas, Etalase Digital, Coaching Clinic, serta layanan lain seperti registrasi Nomor Induk Berusaha (NIB).
Platform tersebut juga didukung lebih dari 840 modul pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis maupun nonteknis para pelaku usaha.
Secara terpisah, Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan perjalanan Cinta Batik Semarang menjadi contoh bagaimana usaha yang dirintis dari keterbatasan mampu berkembang hingga menjangkau pasar yang lebih luas.
“Cinta Batik Semarang menunjukkan bahwa produk berbasis kearifan lokal dapat memiliki daya saing yang kuat ketika dikelola secara konsisten dan inovatif. Upaya menghadirkan batik ramah lingkungan sekaligus melestarikan warisan budaya menjadi contoh bagaimana UMKM dapat menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan,” kata Dhanny.
Menurut Dhanny, BRI akan terus memperkuat peran LinkUMKM sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
“BRI akan terus memperkuat peran LinkUMKM sebagai ekosistem pembelajaran dan pengembangan usaha agar semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan daya saingnya secara berkelanjutan,” pungkasnya.

