spot_img

Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal, BI Teken Kebijakan di EMEAP

STOCKWATCH.ID (PENANG-MALAYSIA) – Pada pertemuan Executives Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) ke-29, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menekankan pentingnya penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas atau Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini diambil untuk memperdalam pasar keuangan, mengurangi volatilitas nilai tukar, dan menciptakan efisiensi harga.

Pertemuan yang diadakan di Penang, Malaysia, pada 15 Juli 2024, membahas berbagai kebijakan ekonomi terkini. Gubernur bank sentral dari Asia Pasifik bertukar pandangan mengenai tantangan kebijakan global, pengendalian inflasi, dan arus modal. Ini merupakan tindak lanjut dari pembahasan 66th EMEAP Deputies’ and Related Meetings yang berlangsung di Bali pada April 2024.

Inisiatif LCT menunjukkan perkembangan positif sejak implementasinya. Peningkatan volume transaksi dan jumlah pelaku usaha yang terlibat, serta efisiensi pembentukan harga, menjadi bukti keberhasilannya. Dalam forum tersebut, Perry memaparkan tiga upaya penting untuk meningkatkan implementasi LCT.

Pertama, mendorong ekosistem yang memadai dengan cakupan partisipan, produk, harga, dan infrastruktur. Kedua, memperkuat peran aktif otoritas dalam mendorong terciptanya ekosistem LCT yang optimal serta mengembangkan pasar keuangan dalam mata uang lokal. Ketiga, mempererat sinergi antar otoritas, baik domestik maupun di negara mitra. Saat ini, BI telah memiliki kerja sama LCT dengan delapan negara, enam di antaranya anggota EMEAP.

Para gubernur juga bertukar pandangan mengenai efektivitas instrumen kebijakan untuk melengkapi kebijakan makroekonomi tradisional dan mengelola dampak dari ketidakpastian eksternal. Forum mendukung perkembangan inisiatif EMEAP di area pasar keuangan, pengawasan dan resolusi perbankan, sistem pembayaran dan infrastruktur keuangan, serta teknologi informasi.

Pertemuan ini juga menyambut baik Keketuaan Working Groups EMEAP periode 2024-2026. Bank Indonesia akan memegang peran Ketua pada Working Group on Banking Supervision.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pemerintah Bidik Dana Rp10 Triliun dari Lelang SBSN, Simak Jadwal dan Daftar Seri Sukuk Negara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemerintah akan menggelar lelang Surat Berharga...

Prabowo Resmikan Mandatori B50, Bahlil: Tonggak Perkuat Kemandirian dan Kedaulatan Energi

STOCKWATCH.ID (KARAWANG) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

Indeks Penjualan Riil Juni 2026 Naik ke 221,6, Bank Indonesia Ungkap Prospek Inflasi Agustus Meningkat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Penjualan...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru