back to top

Perusahaan China Ningbo Lixing Enterprise Siap Akuisisi 63,5% Saham KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Ningbo Lixing Enterprise Management Co, Ltd., Perusahaan di bidang konsultasi manajemen Perusahaan, layanan manajemen,  dan manajemen investasi yang berbasisi di China berencana mengambil-alih sebanyak 63,5% saham disetor PT Koka Indonesia Tbk (KOKA).

Sampai dengan tanggal pengumuman ini dibuat, Ningbo Lixing Enterprise Management Co, Ltd tidak memiliki saham Koka Indonesia (KOKA), baik secara langsung maupun tidak langsung.

Direktur Utama KOKA Gao Ling dalam laporan keterbukaan informasi ke BEI, Selasa 16 September 2025 mengatakan, para pihak tengah melakukan  negosiasi langsung terkait rencana penyelesaian akuisisi tersebut. “Saat ini kedua belah pihak tengah membahas harga akhir dan tanggal penyelesaian  akuisisi,” katanya.

Menurut Gao, tujuan Ningbo Lixing Enterprise Management Co, Ltd mengakuisisi KOKA adalah untuk pengembangan  dan perluasan jaringan bisnis sehingga dapat meningkatan bisnis di bidang konstruksi, khususnya konstruksi infrastruktur.

Meski demikian, Gao tidak menjelaskan, nilai transaksi akuisisi saham KOKA. Dia hanya mengatakan bahwa setelah proses akuisisi selesai, Ningbo Lixing Enterprise  akan menjadi pengendali baru Koka Indonesia (KOKA).

Setelah proses akuisisi selesai, Ningbo Lixing Enterprise Management Co, Ltd sebagai pemegang saham pengendali baru akan melakukan penawaran tender wajib (MTO)sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 9/POJK.04/2018 tentang akuisisi perusahaan terbuka.

Pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Selasa 16 September 2025, saham KOKA ditutup turun 3,77% menjadi Rp102 per unit dibanding penutupan sebelumnya di level Rp106 per unit.

Sekedar informasi, PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) adalah perusahaan konstruksi berat dan teknik sipil yang berbasis di Jakarta. Perusahaan ini didirikan tahun 2011 dan bergerak dalam bidang kontraktor umum untuk proyek konstruksi, teknik mesin, teknik geoteknik, desain interior, furnitur, dan lain-lain, khususnya pada konstruksi bangunan, pabrik, jembatan, dan terowongan. Perusahaan ini telah menyelesaikan lebih dari 100 proyek di seluruh Indonesia. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Catat 37 Emisi Obligasi Raup Rp41,41 Triliun, Ada 20 Penerbitan Baru Masuk Pipeline

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas...

Tiga Emiten Raup Rp3,75 Triliun dari Rights Issue, Satu Perusahaan Properti Masih Antre

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada...

BEI Catat 7 Perusahaan dalam Pipeline IPO, Sektor Keuangan Paling Dominan

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru